Nduga,Detiksatu.com || Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nduga menyalurkan bantuan pangan berupa 96 ton beras dan 117 karton minyak goreng kepada masyarakat Kabupaten Nduga yang mengungsi di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.
Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat pengungsi yang berada di Kabupaten Jayawijaya, Kuyawage, dan sejumlah wilayah lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nduga, Daniel Lokbere, mengatakan Pemerintah Kabupaten Nduga hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang masih berada di pengungsian.
"Wamena ini tempat orang. Tinggal dan bekerja di sini harus membayar tempat. Pemerintah Kabupaten Nduga hadir membantu sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat," ujar Daniel Lokbere saat penyaluran bantuan di Wamena, Senin (29/6/2026).
Daniel menjelaskan, sejak 29 Juni 2026 sebanyak 84 ton beras telah disalurkan kepada masyarakat pengungsi di Jayawijaya. Sementara itu, sekitar 12 ton beras masih tersimpan di gudang dan akan didistribusikan ke wilayah yang terdampak bencana alam, seperti Kuyawage yang mengalami kekeringan tanah, Distrik Moba yang terdampak longsor, serta masyarakat pengungsi di sembilan distrik lainnya.
Namun demikian, biaya transportasi untuk penyaluran bantuan ke distrik-distrik tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah distrik atau kepala kampung setempat.
"Sebanyak 12 ton beras masih berada di gudang. Rencananya akan disalurkan ke daerah yang terdampak bencana alam seperti Moba, Kuyawage, dan masyarakat pengungsian lainnya. Total ada sembilan distrik yang akan menerima penyaluran berikutnya. Ongkos transportasi ditanggung oleh pemerintah distrik setempat," jelas Daniel usai pembagian bantuan di Wamena.
Daniel menegaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi masyarakat dan tidak boleh diperjual belikan. Ia mengingatkan agar tidak ada oknum pejabat maupun masyarakat yang menyalahgunakan bantuan untuk kepentingan pribadi.
"Bantuan ini untuk dimakan, bukan untuk dijual kepada orang lain. Ada laporan masyarakat di distrik tertentu mengambil beras atas nama warga, lalu menjualnya kembali. Jika terbukti, distrik tersebut tidak akan menerima bantuan pada penyaluran berikutnya," tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nduga berencana kembali menyalurkan bantuan pada Agustus 2026. Namun, pada penyaluran berikutnya bantuan yang diberikan hanya berupa beras tanpa minyak goreng.
Selain. itu, Daniel berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nduga segera menangani secara serius bencana kekeringan tanah di Kuyawage dan tanah longsor yang terjadi di Moba, wilayah Kabupaten Nduga.
"BPBD harus menangani bencana di 32 distrik dan 248 kampung. Jangan hanya diam di tempat, karena sudah menjadi tanggung jawab dinas tersebut untuk bertindak secara cepat dan serius," kata Daniel.
Reporter: Inggi Kogoya

