Status Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Badan Geologi Minta Warga dan Wisatawan Menjauh Dan Waspada

Status Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Badan Geologi Minta Warga dan Wisatawan Menjauh Dan Waspada

Redaksi
Sabtu, 04 Juli 2026 | Sabtu, Juli 04, 2026 WIB Last Updated 2026-07-04T05:50:32Z
Jakarta, detiksatu.com || Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai Kamis, 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, peningkatan status didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap data kegempaan, pengamatan visual, deformasi, hingga citra satelit yang memperlihatkan meningkatnya dinamika magma di bagian dangkal gunung api tersebut.  

Sejak awal Juni 2026, satelit Sentinel telah mendeteksi emisi gas sulfur dioksida (SO₂), anomali panas, serta munculnya titik api di kawah. Pada saat yang sama, aktivitas gempa vulkanik dangkal seperti gempa hembusan, hybrid/fase banyak, dan low frequency melonjak tajam. Bahkan dalam dua hari, yakni 18–19 Juni 2026, jumlah gempa dangkal mencapai lebih dari 50 kejadian per hari, menandakan adanya pergerakan magma yang semakin intens di dekat permukaan.  

Selama periode 16 Juni hingga 2 Juli 2026, Badan Geologi mencatat sedikitnya 740 gempa hembusan, 520 gempa hybrid/fase banyak, 247 gempa low frequency, 24 gempa harmonik, 16 tremor menerus, serta sejumlah gempa vulkanik dangkal dan dalam. Grafik pemantauan juga menunjukkan kecenderungan inflasi pada Stasiun Tiltmeter Tanjung, yang mengindikasikan adanya tekanan magma meski masih dalam skala rendah.
Puncak peningkatan aktivitas terjadi pada 2 Juli 2026 pukul 14.05 WIB, ketika Anak Krakatau mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam tampak mengarah ke barat laut dan terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter selama sekitar 20 detik.

Atas kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.  

Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai isu-isu mengenai potensi tsunami akibat erupsi Anak Krakatau. Badan Geologi menegaskan masyarakat dapat tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dari BPBD dan otoritas setempat.  

Badan Geologi memastikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dipantau secara intensif. Evaluasi terhadap tingkat aktivitas akan dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Status Level III (Siaga) tetap berlaku hingga diterbitkannya hasil evaluasi berikutnya.  
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Status Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Badan Geologi Minta Warga dan Wisatawan Menjauh Dan Waspada

Iklan