Bukan Sekadar Rekor, Ancak Agung Jember Kini Punya Target Baru: 1.000 Peserta

Bukan Sekadar Rekor, Ancak Agung Jember Kini Punya Target Baru: 1.000 Peserta

Agustus 23, 2026 | Agustus 23, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T15:06:59Z

JEMBER , detiksatu.com || Angka 527 menjadi penanda baru perjalanan tradisi Ancak Agung di Kabupaten Jember. 
Jumlah tersebut mengantarkan kirab budaya yang digelar Sabtu (22/8/2026) memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Namun, capaian itu justru membuka tantangan baru. 

Jember kini ditargetkan mampu menghadirkan 1.000 ancak pada pelaksanaan tahun depan.

Rekor 527 ancak tersebut diumumkan MURI dalam acara Doa dan Shalawat Bersama di Alun-Alun Jember, Sabtu malam. 

Perwakilan MURI Ari Andriani menyampaikan, hasil verifikasi menunjukkan sebanyak 527 ancak benar-benar mengikuti kirab.

Jumlah itu melampaui rekor sebelumnya yang berada di angka 449 ancak.

“Setelah tadi pagi kami verifikasi, ada 527 Ancak Agung,” kata Ari.

Selain jumlah peserta, Jember juga mencatat rekor lain. Sebuah ancak setinggi 3,7 meter dinobatkan sebagai Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir.

Ancak tersebut tidak hanya berukuran besar. Hiasannya terdiri dari sekitar 1.600 kemasan suwar-suwir, dengan total mencapai kurang lebih 32 ribu buah.

Dua rekor tersebut menjadi bagian dari kirab yang mengangkat tema 
“Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember.”

Ari mengatakan, unsur kearifan lokal menjadi salah satu alasan capaian tersebut dikukuhkan sebagai rekor dunia. Dengan demikian, rekor tidak hanya dihitung berdasarkan angka, tetapi juga membawa identitas budaya daerah.

Menariknya, target 1.000 ancak sebenarnya sudah dibidik sejak awal. 

Panitia sempat mengusulkan angka tersebut. Namun, waktu persiapan yang relatif singkat membuat jumlah peserta yang terealisasi berada di angka 527.

MURI kemudian memberikan tantangan agar target tersebut benar-benar diwujudkan tahun depan.

Jika target 1.000 ancak terealisasi, skala Kirab Ancak Agung Jember berpotensi meningkat hampir dua kali lipat dibanding pelaksanaan tahun ini.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, tantangan tersebut menjadi momentum untuk menjadikan tradisi Ancak Agung bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Bupati Jember Gus Fawait menegaskan, keberhasilan memecahkan rekor harus dibarengi dengan upaya menjaga tradisi dan memperkuat keterlibatan masyarakat.

“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi dan gotong royong masyarakat Jember,” ujarnya.

Kirab tahun ini melibatkan berbagai unsur masyarakat. 

Pesertanya berasal dari organisasi perangkat daerah, puskesmas, desa, kelurahan, sekolah hingga lembaga kemasyarakatan.

Ancak yang diarak berisi hasil bumi dan makanan tradisional. 

Setiap kelompok peserta menampilkan kreativitas masing-masing dalam mengemas hasil bumi tersebut menjadi bagian dari sebuah arak-arakan budaya.

Tradisi itu sekaligus menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dari sisi perlombaan, SMPN 6 Jember tampil sebagai juara pertama. Roxy Mall menempati posisi kedua, sementara SMPN 2 Jember berada di urutan ketiga.

Dengan dua rekor yang sudah dikantongi, pekerjaan Jember berikutnya bukan lagi sekadar mempertahankan capaian. Angka 527 kini menjadi pijakan untuk mengejar 1.000 ancak.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Sekadar Rekor, Ancak Agung Jember Kini Punya Target Baru: 1.000 Peserta

Trending Now