MAROS, DETIKSATU.COM – Persoalan krisis air bersih di kawasan Perumahan Royal Sentraland @BTP, Maros, kembali menjadi perhatian warga. Penghuni mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berharap pihak pengelola maupun pengembang segera memberikan solusi yang jelas.
Keluhan warga tersebut kembali mencuat pada 21 Agustus 2026. Warga mengaku persoalan pelayanan air bersih belum mendapatkan penyelesaian yang dianggap memadai.
Bagi penghuni, air bukan sekadar fasilitas tambahan di lingkungan perumahan. Air merupakan kebutuhan dasar yang digunakan setiap hari untuk mandi, mencuci, memasak, membersihkan rumah, serta memenuhi kebutuhan sanitasi keluarga.
Karena itu, ketika pasokan air mengalami gangguan, aktivitas masyarakat ikut terdampak.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui komunikasi terbuka antara penghuni, pengelola, dan pengembang.
Namun, persoalan justru semakin menjadi perhatian setelah warga mengaku dibebani biaya pemasangan ulang air hingga Rp1,5 juta.
Besaran biaya tersebut menjadi salah satu hal yang kini dipertanyakan penghuni.
Warga meminta penjelasan mengenai dasar pembebanan biaya, mekanisme pemasangan ulang, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap fasilitas air bersih di lingkungan perumahan.
Warga Pertanyakan Biaya Pasang Ulang
Menurut warga, biaya pemasangan ulang hingga Rp1,5 juta dinilai cukup memberatkan.
Mereka mempertanyakan mengapa penghuni harus kembali mengeluarkan biaya dalam jumlah tersebut untuk mendapatkan kembali pelayanan air bersih.
Warga mengaku selama ini telah memenuhi kewajiban sebagai penghuni perumahan. Karena itu, mereka berharap pihak pengelola dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi fasilitas air dan alasan munculnya kebijakan pemasangan ulang tersebut.
Warga tidak ingin persoalan tersebut hanya disampaikan melalui surat pemberitahuan atau informasi singkat tanpa penjelasan yang menyeluruh.
Mereka membutuhkan kepastian mengenai siapa yang bertanggung jawab, apa penyebab gangguan air, berapa lama perbaikan dilakukan, dan bagaimana solusi bagi warga yang terdampak.
Kejelasan informasi dinilai penting agar tidak muncul kesalahpahaman antara penghuni dengan pihak pengelola maupun pengembang.
Pengelola Royal Spring BTP Diharapkan Buka Suara
Sorotan warga juga diarahkan kepada pihak pengelola Royal Spring BTP yang berkaitan dengan pelayanan dan pengelolaan kawasan tersebut.
Warga berharap pihak pengelola Royal Spring BTP membaca dan memberikan perhatian serius terhadap keluhan yang disampaikan penghuni.
Bagi warga, pemberitaan ini bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan menjadi ruang agar persoalan yang mereka rasakan dapat diketahui dan mendapatkan tanggapan.
Warga menginginkan adanya penjelasan resmi mengenai kondisi pelayanan air bersih di kawasan Royal Sentraland @BTP.
Jika terdapat kendala teknis, warga berharap pihak pengelola menjelaskan penyebabnya.
Jika diperlukan pemasangan ulang, warga juga meminta dijelaskan dasar dan mekanisme pembiayaannya.
Begitu pula apabila terdapat permasalahan infrastruktur atau sistem distribusi air, warga berharap pihak pengelola dapat menyampaikan langkah penyelesaian kepada penghuni.
Dengan adanya komunikasi terbuka, persoalan diharapkan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Warga Tidak Ingin Saling Lempar Tanggung Jawab
Warga menegaskan mereka tidak ingin persoalan air bersih berakhir pada saling lempar tanggung jawab.
Menurut mereka, yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan nyata.
Penghuni berharap pihak pengembang, pengelola, dan pemerintah dapat duduk bersama mencari solusi.
Warga juga meminta agar persoalan administratif maupun batas wilayah tidak menjadi alasan terhambatnya penyelesaian.
Pasalnya, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut tetap membutuhkan pelayanan air bersih setiap hari.
Pemerintah Diminta Turun Langsung
Selain meminta penjelasan dari pengelola dan pengembang, warga mendesak pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Maros diminta mengambil langkah sesuai kewenangan masing-masing.
Warga juga meminta DPRD Sulsel, DPRD Makassar, dan DPRD Maros memberikan perhatian melalui fungsi pengawasan.
Menurut warga, pemeriksaan langsung akan lebih efektif untuk mengetahui kondisi sebenarnya dibandingkan hanya menerima laporan dari masing-masing pihak.
Pemerintah dinilai perlu melihat kondisi fasilitas air, sistem pelayanan, serta keluhan masyarakat secara langsung.
Warga Desak Audit Menyeluruh
Warga meminta adanya pemeriksaan atau audit menyeluruh terhadap persoalan air bersih di Royal Sentraland @BTP.
Pemeriksaan tersebut diharapkan tidak hanya melihat persoalan teknis, tetapi juga mencakup pengelolaan fasilitas, tanggung jawab pihak terkait, pelayanan kepada penghuni, dan kebijakan biaya pemasangan ulang.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan atau Disperkimtan Sulsel diminta melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana lingkungan perumahan sesuai kewenangannya.
Warga berharap pemeriksaan dapat memastikan apakah fasilitas yang tersedia telah memenuhi ketentuan dan dapat memberikan pelayanan yang layak kepada penghuni.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag diminta menelaah persoalan tersebut dari sisi perlindungan konsumen.
Hal tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan biaya pemasangan ulang air yang disebut mencapai Rp1,5 juta.
Warga berharap ada kejelasan mengenai dasar kebijakan tersebut sehingga penghuni mendapatkan informasi yang transparan.
Dinas Kesehatan Diminta Antisipasi Dampak Sanitasi
Persoalan air bersih juga tidak dapat dilepaskan dari masalah sanitasi lingkungan.
Warga khawatir gangguan air yang berlangsung lama dapat menghambat aktivitas rumah tangga dan kebutuhan sanitasi. Karena itu, Dinas Kesehatan juga diminta memberikan perhatian.
Pemerintah diharapkan dapat memastikan kondisi tersebut tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
Warga meminta langkah pencegahan dilakukan sejak awal dan tidak menunggu sampai ada penghuni yang mengalami masalah kesehatan.
“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin hak dasar kami atas air bersih dipenuhi. Jangan sampai warga terus mengeluh tetapi tidak ada tindakan nyata,” ungkap salah seorang perwakilan warga.
Jangan Tunggu Warga Jatuh Sakit
Warga mengingatkan bahwa krisis air bersih bukan hanya persoalan kenyamanan.
Keterbatasan air dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kebutuhan mandi, mencuci, membersihkan lingkungan, dan berbagai aktivitas rumah tangga membutuhkan ketersediaan air.
Apabila persoalan berlangsung terus-menerus, kondisi sanitasi juga berpotensi ikut terganggu.
Karena itu, warga meminta pemerintah dan pihak pengelola segera mengambil langkah sebelum persoalan berkembang lebih jauh.
“Jangan tunggu warga sakit baru pemerintah bergerak. Kami sudah menyampaikan keluhan. Sekarang kami meminta pemerintah hadir, turun ke lapangan, periksa dan audit persoalan ini secara terbuka,” tegas warga.
DPRD Diminta Panggil Pengembang dan Pengelola
Warga juga meminta DPRD terkait segera menggelar Rapat Dengar Pendapat atau RDP.
Forum tersebut diharapkan menghadirkan pihak pengembang, pengelola, pemerintah terkait, serta perwakilan warga.
Melalui RDP, warga ingin mendapatkan penjelasan terbuka mengenai pengelolaan air bersih.
Termasuk mengenai penyebab gangguan pasokan air, sistem pelayanan, tanggung jawab pengelola, serta dasar pembebanan biaya pemasangan ulang.
Warga juga meminta adanya target penyelesaian yang jelas.
Menurut mereka, RDP tidak boleh hanya menjadi forum mendengar keluhan, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang dapat dipantau bersama.
Batas Makassar dan Maros Jangan Jadi Hambatan
Kawasan Royal Sentraland @BTP juga berada pada kawasan yang berkaitan dengan batas administratif Makassar dan Maros.
Kondisi tersebut membuat warga meminta pemerintah daerah tidak saling melempar kewenangan.
Warga berharap Pemprov Sulsel dapat mendorong koordinasi antara pemerintah daerah terkait.
Pemkot Makassar dan Pemkab Maros juga diharapkan dapat duduk bersama untuk melihat persoalan berdasarkan kewenangan masing-masing.
Menurut warga, perbedaan administrasi tidak boleh mengakibatkan masyarakat kehilangan akses terhadap pelayanan dasar.
Mereka meminta pemerintah mencari jalan keluar bersama sehingga penghuni tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Pengelola dan Pengembang Diberi Ruang Klarifikasi
Di tengah keresahan warga, pihak pengelola dan pengembang diharapkan dapat memberikan klarifikasi.
Warga mengaku terbuka jika terdapat penjelasan berbeda mengenai persoalan tersebut.
Karena itu, pihak pengelola Royal Spring BTP maupun pengembang diharapkan dapat menyampaikan keterangan mengenai kondisi sebenarnya.
Penjelasan tersebut dapat mencakup penyebab gangguan air, kondisi infrastruktur, proses perbaikan, alasan pemasangan ulang, hingga dasar biaya yang dibebankan kepada penghuni.
Klarifikasi dari pihak terkait penting agar pemberitaan dan informasi yang beredar di masyarakat dapat dilihat secara berimbang.
Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pengembang maupun pengelola.
Warga Ingin Solusi yang Jelas
Warga menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan memperbesar persoalan.
Mereka hanya menginginkan pelayanan air bersih yang dapat diandalkan serta kepastian mengenai mekanisme pengelolaannya.
Jika memang terdapat persoalan teknis, warga berharap ada solusi teknis.
Jika terdapat persoalan administrasi, warga meminta penjelasan.
Jika terdapat kewajiban biaya tertentu, warga meminta dasar dan mekanismenya disampaikan secara transparan.
Dengan demikian, setiap pihak dapat mengetahui posisi dan tanggung jawab masing-masing.
Warga juga berharap pihak pengelola tidak hanya memberikan informasi, tetapi menunjukkan langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan.
Publik Menunggu Tindakan Nyata
Krisis air di Royal Sentraland @BTP kini menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Warga telah menyampaikan keluhan dan meminta pemerintah melakukan pemeriksaan langsung.
Di sisi lain, pihak pengelola dan pengembang juga diharapkan memberikan penjelasan kepada penghuni.
Semua pihak memiliki kesempatan untuk duduk bersama mencari solusi.
Pertanyaan warga kini sederhana: kapan persoalan air bersih tersebut mendapatkan penyelesaian yang jelas?
Apakah pemerintah akan turun melakukan pemeriksaan?
Apakah DPRD akan memanggil pihak pengembang dan pengelola melalui RDP?
Dan apakah pengelola Royal Spring BTP akan memberikan penjelasan terbuka kepada penghuni mengenai persoalan air serta biaya pemasangan ulang?
Warga berharap seluruh pertanyaan tersebut segera mendapatkan jawaban.
Mereka tidak ingin persoalan air bersih kembali berlarut-larut tanpa kepastian.
Bagi penghuni, air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus tersedia untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Karena itu, warga meminta semua pihak tidak hanya saling menyampaikan pemberitahuan, tetapi mengambil langkah nyata.
Pemerintah diminta hadir.
DPRD diminta menjalankan fungsi pengawasan.
Pengembang diminta memberikan penjelasan.
Pengelola Royal Spring BTP diharapkan mendengar keluhan penghuni dan memberikan solusi.
Publik kini menunggu: apakah krisis air Royal Sentraland @BTP akan segera diselesaikan, atau warga kembali harus menunggu tanpa kepastian?
Hingga berita ini disusun, pihak pengelola Royal Spring BTP maupun pengembang belum memberikan keterangan resmi dalam bahan yang diterima redaksi. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.