Wamena,detiksatu.com || Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga, Nus Ganikme, mendorong pemerintah segera membuka akses jalan darat dari Kenyam menuju Distrik Mbua Tengah hingga tembus ke Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.
Hal itu disampaikan Ganikme saat melakukan kunjungan kerja ke masyarakat Distrik Mbua Tengah di Kenyam, Kabupaten Nduga, Selasa (18/8/2026), melalui sambungan telepon seluler kepada awak media.
Dalam kunjungan tersebut, Ganikme menyampaikan bahwa dirinya telah menyumbangkan tiga ekor babi senilai Rp90 juta untuk kegiatan ibadah syukuran bagi CPNS kategori II yang baru menjalani proses pelatihan prajabatan. Sumbangan tersebut juga diperuntukkan bagi kegiatan ramah tamah bersama masyarakat Distrik Mbua Tengah.
Ganikme mengatakan para CPNS jalur kategori II dan CPNS 2024 yang telah mengikuti proses pelatihan prajabatan memiliki tanggung jawab untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, disiplin kerja, serta akuntabilitas.
“Bapak/ibu sekarang CPNS K2 dan CPNS 2024 itu abdi negara. Silakan melayani masyarakat berdasarkan tugas pokok dan disiplin kerja sebagai seorang ASN,” tegasnya.
Selain menghadiri kegiatan masyarakat, Ganikme juga menerima sejumlah aspirasi. Salah satu aspirasi utama adalah pembukaan jalan Trans Kenyam–Mbua Tengah yang diharapkan dapat dilanjutkan hingga Wamena.
Masyarakat juga mengusulkan pembangunan asrama mahasiswa Nduga secara permanen di sejumlah kota studi, termasuk Wamena, Jayapura, dan Manado. Selain itu, masyarakat meminta agar 200 unit rumah sosial yang dialokasikan pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Usulan masyarakat ini kami terima dan tampung. Nanti secara lembaga akan kami diskusikan dan mendorong kepada Pemprov Papua Pegunungan untuk ditindaklanjuti,” ujar Ganikme.
Sementara itu, tokoh intelektual masyarakat, Remes Ubruangge, menyampaikan aspirasi warga Distrik Mbua Tengah terkait kebutuhan akses transportasi darat dari Kenyam menuju Mbua Tengah.
Menurut Remes, pembukaan jalan tersebut sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama perekonomian.
“Kami warga masyarakat meminta agar jalan transportasi dari Kenyam ke Mbua Tengah dan dilanjutkan ke Wamena segera dibuka. Ini penting karena berhubungan dengan aktivitas perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Remes juga menyoroti pembangunan asrama mahasiswa Nduga di sejumlah kota studi yang dinilainya perlu segera diselesaikan. Menurutnya, keberadaan asrama penting untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Nduga.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Nduga segera mengambil langkah dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk menyelesaikan pembangunan asrama mahasiswa Nduga, khususnya di Jayapura dan Manado.
Remes berharap Pemerintah Kabupaten Nduga bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dapat segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat mengenai pembukaan akses transportasi Kenyam–Mbua Tengah hingga Wamena.
Menurutnya, akses tersebut akan mendukung kelancaran aktivitas pemerintahan, mobilitas masyarakat, dan perekonomian di wilayah tersebut. (Inggi kogoya)