Polri dan Pemerintah Tanam Bawang Putih Serentak di 52 Daerah, Produksi Nasional Didorong Menuju Swasembada

Polri dan Pemerintah Tanam Bawang Putih Serentak di 52 Daerah, Produksi Nasional Didorong Menuju Swasembada

Agustus 19, 2026 | Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T07:21:36Z
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakapolri serta jajaran dalam kegiatan penanaman bawang putih di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.( foto dok: Detik Satu)

CIANJUR,DETIKSATU.COM || Jawa Barat — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, kelompok tani, dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar gerakan penanaman bawang putih secara serentak di 14 provinsi dan 52 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan perkebunan Maleber, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan dilaksanakan melalui telekonferensi bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Di Cianjur, kegiatan dihadiri Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolres Cianjur, Dandim 0608/Cianjur, jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur, unsur Forkopimda, instansi terkait, kelompok tani, serta masyarakat.

Gerakan penanaman serentak tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri melalui perluasan areal tanam, pendampingan petani, pemenuhan bibit, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Program ini melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Pupuk Indonesia, Perum Bulog, pemerintah daerah, Forkopimda, serta kelompok tani.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan penanaman serentak merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi komoditas pangan strategis.

Menurut Dedi, tahap awal penanaman dilaksanakan di 14 provinsi, sedangkan tiga provinsi lainnya akan menyesuaikan waktu tanam. Hingga Agustus-September 2026, luas lahan yang ditanami diperkirakan mencapai sekitar 500 hektare dan selanjutnya ditargetkan bertambah.

Selain memperluas areal tanam, program tersebut juga memanfaatkan teknologi dalam budidaya bawang putih. Salah satunya melalui penggunaan greenhouse di sejumlah wilayah Jawa Barat untuk mendukung kualitas dan produktivitas tanaman.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri berada di kisaran 40 ribu ton per tahun.

“Melalui program agropolicing dan kolaborasi ini, kita optimistis target swasembada bawang putih dapat dipercepat, bahkan dicapai sebelum target awal 2029,” ujar Dedi.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto mengatakan gerakan penanaman bawang putih di Jawa Barat pada tahap awal dilaksanakan di 14 kabupaten dengan luas sekitar 44,58 hektare.

Menurut Pipit, perluasan areal tanam dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan bibit. Lahan yang telah diverifikasi dipersiapkan untuk ditanami setelah kebutuhan bibit tersedia.

“Untuk wilayah Jawa Barat, hari ini penanaman serentak dilakukan di 14 kabupaten. Tahap awal ini mencakup sekitar 44,58 hektare sambil kita menunggu ketersediaan bibit selanjutnya,” kata Pipit.

Program tersebut juga didukung melalui kerja sama dengan PTPN dan sejumlah pemangku kepentingan di daerah.

Pipit mengatakan keterlibatan Polri tidak hanya berkaitan dengan pengamanan kegiatan, tetapi juga pendampingan terhadap kelompok tani dalam menghadapi kendala budidaya di lapangan.

Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air, terutama selama musim kemarau.

“Polri akan hadir langsung membantu menanggulangi hambatan teknis di lapangan. Kami membentuk tim untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi para kelompok tani demi kelancaran budidaya bawang putih ini,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan ketahanan pangan berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam program peningkatan produksi bawang putih.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri yang terus memelopori terjaganya dapur ibu-ibu. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pokok di dapur,” kata Dedi Mulyadi.

Menurut dia, ketersediaan komoditas pangan seperti beras, cabai, bawang merah, dan bawang putih dengan harga terjangkau menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Jika kebutuhan dapur terpenuhi dengan baik, ibu-ibu tenang, maka kondisi sosial masyarakat akan stabil dan angka kriminalitas dapat ditekan. Sinergi ini sangat penting bagi masyarakat Jawa Barat dan Indonesia,” ujarnya.

Gerakan penanaman bawang putih tersebut mencakup penyiapan lahan, pemenuhan kebutuhan bibit, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi, serta penanganan kendala teknis yang dihadapi petani.

Dengan pelaksanaan secara serentak di berbagai daerah, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri secara bertahap sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah, Polri, kelompok tani, dan pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Polri dan Pemerintah Tanam Bawang Putih Serentak di 52 Daerah, Produksi Nasional Didorong Menuju Swasembada

Trending Now