Bupati Tapteng Hadiri Gelar Seminar Ekologi HKBP Wujudkan "Menghidupi Iman, Merawat Ciptaan

Bupati Tapteng Hadiri Gelar Seminar Ekologi HKBP Wujudkan "Menghidupi Iman, Merawat Ciptaan

September 27, 2026 | September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-27T10:52:27Z
TAPTENG,DETIKSATU.COM || Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., menghadiri Ibadah Pembukaan Seminar Ekologi dan Aksi Penanaman Bibit Pohon yang diselenggarakan oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Gedung Serbaguna Pandan, Sabtu 26 September 2026. Rangkaian aksi penanaman bibit pohon tersebut dipusatkan di Kelurahan Bonalumban.

Mengusung tema "Menghidupi Iman, Merawat Ciptaan" yang berlandaskan kitab Kejadian 2:15, agenda ini mempertegas komitmen kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah, HKBP, serta para pemangku kepentingan dalam memulihkan kelestarian lingkungan dan memperkuat mitigasi bencana ekologis di wilayah Tapanuli Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu, SH, MH menyambut hangat seluruh peserta dan jajaran pimpinan HKBP di Bumi Sahata Saoloan. 

Bupati menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan keberhasilan pembangunan fisik dengan perlindungan alam.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jalan, jembatan, dan gedung yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan bahwa sungai tetap mengalir, sumber air terlindungi, lahan tetap produktif, dan lingkungan tetap aman bagi generasi mendatang," ujar Bupati Masinton.

Bupati menyampaikan apresiasi tinggi atas penetapan Tahun Ekologi HKBP 2026 sebagai gerakan spiritual dan moral yang berakar hingga ke level keluarga. 

Pemkab Tapanuli Tengah berkomitmen menempatkan keberlanjutan lingkungan dalam visi pembangunan yang "Tangguh, Naik Kelas, Adil untuk Semua, dan Lestari Berkelanjutan".

Menyoroti kondisi kerusakan lingkungan di hulu yang dampaknya meluas hingga ke wilayah pemukiman dan pertanian masyarakat seperti di kawasan Sipanga dan Sait Kalangan, Bupati memaparkan bahwa tutupan lahan yang terbuka menyebabkan akumulasi sedimen yang tinggi setiap kali hujan deras turun. 

Oleh karena itu, pembangunan fisik infrastruktur penahan sedimen (sabodam) oleh Kementerian PU harus diimbangi dengan pemulihan vegetasi di kawasan hulu.

Pada kesempatan itu Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., memaparkan komitmen teologis dan aksi nyata gereja. 

Sebagai bentuk kepedulian pascabencana ekologis akhir tahun lalu, solidaritas jemaat HKBP berhasil menggalang donasi kebencanaan hingga Rp11 miliar—capaian penggalangan dana terbesar dalam sejarah HKBP—yang difokuskan untuk pemulihan Distrik 9 dan kawasan Tapanuli Tengah. 

Ephorus juga menyoroti kerentanan kawasan hulu yang membutuhkan perbaikan infrastruktur ekologis mendasar menjelang puncak musim hujan, sembari mendukung rencana alokasi anggaran pemulihan Sumatera dari Presiden Prabowo Subianto.

Secara kelembagaan, Rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) HKBP menetapkan langkah strategis :

• Penguatan Kelembagaan : Peringatan yang semula berskala Minggu Ekologi resmi ditingkatkan menjadi Bulan Ekologi yang diperingati secara serentak sepanjang bulan September setiap tahunnya.

• Landasan Teologis : Merawat bumi ditegaskan bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian integral dari upaya menghidupi iman dan tanggung jawab iman Kristen atas ciptaan Tuhan.

Sementara itu, Kepala UPTD KPH Wilayah XI Pandan DLHK Provinsi Sumatera Utara, Drs. Antonius Simanjuntak, A.P., M.M., menyampaikan langkah strategis pemerintah dalam penegakan hukum lingkungan. 

Sebagai respons atas aspirasi masyarakat dan pimpinan HKBP, pemerintah telah mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) beberapa eks pemegang izin. 

Saat ini, Tim Gakkum Kementerian Kehutanan bersama Dinas Lingkungan Hidup, KPH Wilayah XI Pandan, TNI, Polri, dan Satpol PP tengah menggelar patroli gabungan pada 25–30 September 2026 untuk mengamankan kawasan hutan tersebut.

Seminar ini turut menghadirkan narasumber ahli :
1. Dana Prima Tarigan (Kepala Departemen Komunikasi Strategis dan Jaringan Eksekutif Nasional WALHI/WKR) dengan materi Resiliensi Ekologis: Membangun Sistem Pertahanan Berbasis Rakyat Melawan Bencana dan Proyek Kekuasaan.


2. Pdt. Adventus Nadapdap, S.Th., M.Si. (UEM / Sekber Keadilan Ekologis Sumut) memaparkan materi seputar Rehabilitasi dan Pengelolaan Ekonomi Berbasis Komunitas.

Sebagai puncak komitmen bersama, dicanangkan pula 4 Poin Komitmen Penjagaan Lingkungan yang ditandatangani langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah :

1. Menjaga Alam sebagai Ibadah : Memandang setiap jengkal tanah, aliran air, dan hembusan udara sebagai karya agung Sang Pencipta.

2. Menghadirkan Cinta dalam Setiap Konsumsi : Hidup secukupnya, mengurangi sampah, menghemat energi, dan menolak gaya hidup merusak.

3. Menjadi Suara bagi yang Tak Mampu Bersuara : Aktif melindungi flora, fauna, dan lingkungan dari eksploitasi dan kerusakan.

4. Menabur Benih Harapan dari Rumah Sendiri : Memulai perubahan dari lingkaran terkecil melalui aksi menanam pohon, memilah sampah, dan menjaga kebersihan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan lembaga gerejawi, serta unsur lintas sektoral, di antaranya Mayor Stepen Banjarnahor (Pasi Ren, mewakili Danrem 023/KS), Kapt. Inf. Jonter Manalu (mewakili Dandim 0211/TT), Richard Mangatur Pangaribuan (Staf Ahli, mewakili Walikota Sibolga), Lettu Laut (PM) Ronal Banjarnahor (mewakili Danlanal Sibolga), perwakilan Dansatradar 103 Sibolga, AKP Dorpis Sitompul (Kasat Samapta, mewakili Kapolres Tapanuli Tengah), Pdt. Eldarton Simbolon (Kepala Departemen Diakonia HKBP), Pdt. Bernard Manik, M.Th. (Kepala Departemen Marturia HKBP), Pdt. Nifson Simanjuntak, S.Th. (Praeses HKBP Distrik IX Sibolga - Tapanuli Tengah - Nias), serta para tokoh agama, akademisi, organisasi pemuda, dan jemaat peserta seminar.(Rinaldi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Tapteng Hadiri Gelar Seminar Ekologi HKBP Wujudkan "Menghidupi Iman, Merawat Ciptaan

Trending Now