Jakarta,detiksatu.com || Grup musik The Banery kembali ke Indonesia setelah menjalani rangkaian aktivitas musik yang cukup padat di Inggris. Selama berada di UK, mereka tampil dalam sejumlah panggung, termasuk International Beatles Week, sekaligus mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang berkaitan dengan The Beatles.
Tak tanggung-tanggung, selama sekitar 15 hari berada di UK, The Banery menjalani sekitar 10 kali penampilan. Dalam beberapa hari, mereka bahkan bisa tampil dua hingga tiga kali dalam sehari.
Sepulang dari Inggris, aktivitas mereka pun belum berhenti. The Banery kembali menjalani sejumlah agenda manggung di Tanah Air, salah satunya tampil di Teman Nongkrong Premier, Ciputat, Tangerang Selatan.
Suasana panggung malam itu berlangsung meriah. Kehadiran keluarga dan orang-orang terdekat membuat penampilan The Banery terasa lebih hangat.
"Memang The Banery selalu memberikan energi yang terbaik buat perform, dan itulah yang sampai ke penonton. Jadinya kita bikin mereka happy selalu," ujar salah satu personel The Banery.
Bagi The Banery, penampilan di UK menjadi pengalaman yang berkesan. Mereka merasakan langsung antusiasme para pencinta The Beatles di sana yang menurut mereka sangat kuat.
"Pokoknya happy. Kita manggung, menghibur, terus keliling dari Liverpool ke London, ke tempat-tempat bersejarah The Beatles," tuturnya.
Menariknya, perjalanan tersebut juga memperlihatkan bagaimana musik The Beatles masih mendapatkan tempat di berbagai generasi. Menurut The Banery, saat ini musik The Beatles tidak lagi hanya dinikmati generasi yang tumbuh pada era 1960-an hingga 2000-an, tetapi juga mulai banyak didengarkan generasi muda.
Kemudahan akses musik melalui platform digital turut membuat generasi sekarang lebih mudah mengenal karya-karya The Beatles.
Kondisi tersebut juga dimanfaatkan The Banery untuk kembali memperkenalkan karya mereka sendiri. Mereka kini tengah menyiapkan rencana untuk me-remaster album pertama yang pernah dirilis pada 2006-2007.
"Kita rencana menguatkan album pertama, di-remaster, supaya generasi sekarang lebih mendengarkan The Banery. Ramuan The Banery pada zaman itu seperti ini, lagu-lagunya dengan The Beatles yang kental," ungkapnya.
Album remaster tersebut ditargetkan hadir pada Desember 2026. Setelah itu, The Banery juga berencana menggelar tur di lima kota, dengan Bali menjadi salah satu kota tujuan.
Selain menghidupkan kembali karya lama, The Banery juga memastikan masih memiliki sejumlah materi baru. Namun, mereka berencana memperkenalkan karya terbaru tersebut pada tahun depan.
Memasuki perjalanan 24 tahun bersama, The Banery mengaku tidak ingin terlalu membebani diri dengan target besar. Bagi mereka, menjaga kebersamaan, menikmati proses, dan memberikan hiburan kepada penonton menjadi bagian penting dari perjalanan bermusik.
"Yang penting kita selalu bersama. Ngalir kehidupan, apa ke depan kita sama-sama lihat. Yang penting kita enjoy. Nikmati hari ini, detik ini. Apalagi kalau manggung, orang senang, kita menghibur orang, itu sudah bersyukur banget," katanya.
Dengan pengalaman baru dari Inggris dan jadwal yang masih terus berjalan di Indonesia, The Banery menunjukkan bahwa perjalanan mereka masih jauh dari selesai. Setelah 24 tahun bersama, mereka kini bersiap membuka babak baru lewat album remaster, rangkaian tur, dan karya-karya berikutnya.
(Nina)

