Kapuas hulu,detiksatu.com || Harga Pertalite di tingkat pengecer kembali menjadi sorotan masyarakat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, harga Pertalite di sejumlah kios pengecer disebut telah mencapai Rp22 ribu per liter.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Pasalnya, aktivitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih berjalan setiap hari. 27 September 2026
Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana ketersediaan Pertalite dan Solar di tingkat pengecer bisa terjadi dengan harga yang jauh lebih tinggi.
“Kita tahu setiap hari SPBU buka terus. Artinya minyak Pertalite dan Solar ada. Tapi kenapa di tingkat pengecer harganya sangat-sangat luar biasa?” ujar seorang warga.
Menurut warga, persoalan BBM tidak cukup hanya dilihat dari ketersediaan di SPBU. Pemerintah dan aparat terkait dinilai perlu melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi hingga BBM sampai ke tangan masyarakat.
Warga juga mempertanyakan respons Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terhadap berbagai keluhan masyarakat.
“Apakah pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu semakin hebat, sudah tidak peduli lagi dengan keluhan masyarakat? Atau pura-pura tuli?” celetuk warga.
Keluhan masyarakat, kata dia, bukan hanya mengenai Pertalite. Persoalan LPG 3 kilogram bersubsidi, Pertalite hingga Solar juga menjadi perhatian masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga mempertanyakan peran para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.
“Yang sangat disayangkan, anggota dewan yang terhormat pun tidak ada yang angkat bicara. Dari masalah gas LPG 3 kilogram subsidi sampai Pertalite dan Solar, masyarakat terus mengeluh,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama DPRD, Pertamina, BPH Migas dan aparat penegak hukum dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya, termasuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.