Jakarta pusat,detiksatu.com || Aktivis Pemuda Nias sekaligus Tokoh Kepemudaan Kepulauan Nias dan Juru Bicara Publik, Juli E. Restu War, C.L., C.P.S., menegaskan bahwa pemerintah di seluruh wilayah Kepulauan Nias perlu memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor industri berbasis potensi lokal.
Menurut Juli E. Restu War, pembangunan ekonomi Kepulauan Nias tidak cukup hanya mengandalkan perdagangan dan belanja pemerintah. Potensi produksi masyarakat perlu didorong masuk ke tahap pengolahan, hilirisasi, pemasaran, dan pengembangan industri, sehingga nilai tambahnya dapat lebih banyak berputar di daerah.
Data BPS menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Kabupaten Nias pada 2025, mencapai 49,65 persen. Namun, pada tahun yang sama kontribusi industri pengolahan tercatat hanya sekitar Rp11,06 miliar atas dasar harga berlaku.
> “Kepulauan Nias tidak boleh selamanya hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah. Pemerintah harus mulai membangun ekosistem industri lokal agar hasil pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, serta potensi sumber daya manusia memiliki nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja di daerah,” tegas Juli E. Restu War.
Ia menyebut sedikitnya lima sektor industri ekonomi lokal yang perlu menjadi perhatian dan agenda pembangunan pemerintah:
1. Industri Pengolahan Hasil Pertanian Lokal
Potensi pertanian seperti padi, jagung, kelapa, umbi-umbian dan komoditas lainnya perlu dikembangkan melalui industri pengolahan dan pengemasan agar tidak berhenti sebagai produk mentah.
2. Industri Pengolahan Hasil Perikanan Lokal
Kekayaan laut Nias perlu didukung dengan rantai industri perikanan, mulai dari pengolahan, pengawetan, pengemasan hingga pemasaran. Pengembangan sarana seperti fasilitas penyimpanan dingin juga pernah menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangan potensi perikanan Nias.
3. Industri Pengolahan Hasil Peternakan Lokal
Pengembangan peternakan sapi, kambing, ayam dan komoditas lainnya perlu diarahkan bukan hanya pada produksi ternak, tetapi juga pengolahan hasil peternakan sehingga menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.
4. Industri Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Adat dan Budaya Nias
Juli mendorong agar adat, budaya, sejarah, seni, arsitektur tradisional dan berbagai destinasi Nias dikembangkan sebagai bagian dari industri pariwisata yang berkelanjutan. Pemerintah pusat sendiri telah lama mencatat pariwisata dan perikanan sebagai potensi penting Kepulauan Nias.
5. Industri Pengembangan SDM serta Teknologi Daerah Kepulauan Nias
Menurut Juli, pembangunan industri tidak akan berjalan tanpa sumber daya manusia yang memiliki keterampilan. Karena itu, pendidikan vokasi, pelatihan kerja, kewirausahaan, digitalisasi, teknologi informasi, riset dan inovasi daerah perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi.
“Lima sektor ini harus dilihat sebagai satu ekosistem. Pertanian, perikanan dan peternakan menghasilkan bahan baku; industri mengolahnya; pariwisata menciptakan pasar; sementara SDM dan teknologi menjadi penggeraknya,” ujar Juli.
Ia juga menilai pengembangan sektor-sektor tersebut harus melibatkan pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah pusat, dunia usaha, koperasi, UMKM, perguruan tinggi, serta masyarakat lokal.
Menurutnya, tujuan akhirnya bukan sekadar meningkatkan angka produksi, tetapi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas basis ekonomi daerah, meningkatkan aktivitas usaha, serta memperkuat kapasitas fiskal dan pendapatan daerah melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif.
Kementerian Keuangan melalui KPPN Gunungsitoli juga mencatat bahwa keterbatasan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah menjadi salah satu tantangan ekonomi Kepulauan Nias, sementara sektor perikanan, pariwisata, perdagangan dan jasa merupakan sektor ekonomi yang menonjol.
“Pemerintah jangan hanya berbicara tentang potensi. Potensi harus diubah menjadi industri, industri harus menciptakan pekerjaan, dan pekerjaan harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepulauan Nias membutuhkan kebijakan ekonomi yang konkret, terukur dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah di daerah,” tegas Juli E. Restu War.
Ia berharap lima sektor tersebut dapat masuk dalam agenda perencanaan pembangunan daerah secara terukur, lengkap dengan peta potensi, kawasan industri atau sentra produksi, infrastruktur pendukung, skema investasi, pelatihan SDM, akses pembiayaan, pemasaran, serta target penciptaan lapangan kerja.
Juli E. Restu War
Aktivis Pemuda Kepulauan Nias | Tokoh Kepemudaan | Juru Bicara Publik
(Setiaman Z.)