Keluarga Wanita yang Tewas Diduga Bunuh Diri Datangi Mabes Polri, Minta Kejelasan Proses Hukum

Keluarga Wanita yang Tewas Diduga Bunuh Diri Datangi Mabes Polri, Minta Kejelasan Proses Hukum

September 24, 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T12:34:58Z
Jakarta,detiksatu.com || Keluarga wanita berinisial L (30) mendatangi Mabes Polri dan Divisi Propam Polri untuk meminta kejelasan terkait proses hukum atas kematian korban yang sebelumnya disebut diduga bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, seorang anggota kepolisian.

Kedatangan keluarga didampingi kuasa hukum Sri Dharen, S.H. dan Ultreck Ricardo Siringoringo, S.H., M.H., serta adik korban, Veronica Gowasa. Mereka mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang dinilai belum memberikan kepastian kepada keluarga.

Ibu korban, Yestin Laia, tampak menangis saat menyampaikan permintaan agar kasus kematian anaknya diusut secara transparan. Ia juga meminta perhatian Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Tidak ada yang menolong selain Pak Prabowo, Pak Gibran, Pak Kapolri,” ujar Yestin sambil menangis.

Yestin mengaku tidak percaya putrinya meninggal karena bunuh diri. Karena itu, ia meminta aparat membuka kembali seluruh fakta dan proses penyelidikan terkait kematian anaknya.

“Kalian lihat anak kita ini, apa kalian bilang ini bunuh diri? Saya tidak percaya. Saya minta usutlah ini benar, dibukalah ini, transparan,” katanya.

Menurut Yestin, keluarga juga belum memperoleh hasil autopsi korban. Ia mengatakan keluarga baru dapat melihat jenazah ketika proses penyerahan dilakukan.

“Sampai saat ini hasil autopsi kami nggak dikasih. Dari hari Minggu sampai kemarin, kami tidak bisa melihat. Pas penyerahan baru kami bisa melihat jenazah. Aku mamanya, nggak ada dikasih tahu anakku diautopsi,” ujarnya.

Keluarga Soroti Sejumlah Luka pada Tubuh Korban

Ayah korban, Sanalui Gowasa (56), juga menyatakan keraguan terhadap dugaan bunuh diri. Menurut dia, keluarga menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban yang menurut mereka perlu mendapat penjelasan dari pihak berwenang.

“Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya,” kata Sanalui.

Ia menyebut keluarga melihat adanya lebam pada tubuh korban, termasuk pada bagian leher dan mata. Namun, pihak keluarga mengaku tidak ingin berspekulasi dan meminta seluruh temuan tersebut diperiksa secara profesional.

Adik korban, Ica, juga mengatakan keluarga melihat sejumlah memar dan luka pada tubuh korban, antara lain di bagian mata, lutut, kaki, jari tangan dan sekitar pusar.

Ica turut mempertanyakan luka di bawah dagu korban yang menurutnya telah dijahit. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari petugas, luka tersebut disebut berkaitan dengan suntikan.

“Kalau disuntikkan kenapa lukanya besar dan harus dijahit? Suntikan apa, obat apa yang dimasukkan ke dalam?” ujarnya.

Selain kondisi tubuh korban, keluarga juga mempertanyakan sejumlah hal terkait dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa tersebut.

Datangi Mabes Polri untuk Minta Kepastian

Atas berbagai pertanyaan tersebut, keluarga memilih mendatangi Mabes Polri dan Propam untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan perkara serta memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

Keluarga berharap kepolisian memberikan informasi secara terbuka mengenai hasil autopsi, penyebab kematian, serta rangkaian penyelidikan yang telah dilakukan.

Mereka juga meminta agar dugaan adanya tindak kekerasan maupun keterlibatan pihak lain dalam kematian korban tidak diabaikan sebelum seluruh fakta terungkap.

Kedatangan keluarga ke Mabes Polri tersebut menjadi upaya untuk memperoleh kepastian hukum dan kejelasan mengenai kematian L, sekaligus meminta agar seluruh dugaan dan temuan keluarga dapat diperiksa berdasarkan bukti serta hasil penyelidikan resmi.
(Nina?
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Keluarga Wanita yang Tewas Diduga Bunuh Diri Datangi Mabes Polri, Minta Kejelasan Proses Hukum

Trending Now