SMKN 1 Lunyuk Menanti Guru dan Fasilitas

SMKN 1 Lunyuk Menanti Guru dan Fasilitas

September 25, 2026 | September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T19:01:11Z

Sumbawa,detiksatu.com || SMKN 1 Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih membutuhkan tenaga pendidik untuk keberlanjutan kompetensi Geologi Pertambangan serta pembenahan sejumlah fasilitas sekolah.

Kepala SMKN 1 Lunyuk, Sumartono, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik menjadi salah satu perhatian utama sekolah, terutama untuk kompetensi Geologi Pertambangan.

“Untuk saat ini, yang sangat dibutuhkan adalah keberlanjutan kompetensi Geologi Pertambangan, terutama tenaga pendidik atau guru yang sampai saat ini belum tersedia,” kata Sumartono saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/09/2026) siang.

Menurutnya, tenaga yang tersedia saat ini sudah berada pada tahap akhir. Mereka akan menjalani magang tahun depan dan setelah itu selesai atau dilepas. Karena itu, sekolah perlu memastikan keberlanjutan tenaga pengajar untuk kompetensi tersebut.

Selain Geologi Pertambangan, sekolah juga membutuhkan guru untuk kompetensi Alat Mesin Pertanian. Sementara untuk rencana pembukaan kompetensi keahlian Mekanik Alat Berat, sekolah masih mempertimbangkan kesiapan tenaga pendidik.

Sumartono mengatakan permintaan pembukaan kompetensi tersebut disampaikan Gubernur NTB. Namun, sekolah belum berani menyatakan siap karena persoalan guru.

“Kalau tidak ada guru, tentu akan menjadi masalah,” ujarnya.

Di sisi fasilitas, pagar pada bagian samping dan belakang sekolah masih menjadi perhatian. Pagar tersebut menggunakan kawat sehingga relatif mudah dibuka dan memungkinkan orang masuk ke lingkungan sekolah.

“Pagarnya hanya berupa kawat. Kalau ditarik, bisa terbuka,” jelasnya.

Kondisi itu, kata Sumartono, menyulitkan sekolah dalam menjaga dan memelihara aset. Sebelumnya, sekolah juga pernah mengalami kerusakan pada kunci bengkel Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) pada masa kepala sekolah sebelumnya.

Selain pagar, kelistrikan terutama penerangan juga membutuhkan perhatian. Namun, kemampuan sekolah untuk melakukan perbaikan harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Sumartono menyebut sekitar 80 persen hingga 85 persen dana BOS digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah, seperti pembelajaran, evaluasi, dan perawatan yang masih dapat dijangkau. Sementara pengadaan baru atau perbaikan yang membutuhkan anggaran besar belum dapat dilakukan.

“Kalau untuk pengadaan baru yang membutuhkan anggaran besar, biasanya kami belum sanggup. Jadi, sementara kami tunda,” katanya.

Kondisi sarana olahraga juga menjadi perhatian. Untuk kegiatan pembelajaran, fasilitas yang ada dinilai masih cukup. Namun, untuk menunjang prestasi siswa, sekolah membutuhkan fasilitas yang lebih memadai.

Salah satunya lapangan voli yang dinilai perlu dirabat atau diperbaiki. Lapangan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk olahraga pickleball yang mulai diminati siswa.

“Kalau untuk kegiatan pembelajaran olahraga sudah cukup. Namun, kalau untuk prestasi, kami membutuhkan fasilitas yang lebih memadai,” paparnya.

Voli dan sepak bola menjadi cabang olahraga yang paling aktif, sementara pickleball mulai berkembang di kalangan siswa.

Untuk memenuhi sejumlah kebutuhan tersebut, sekolah telah berkoordinasi dengan pihak eksternal. Salah satunya melalui rencana bantuan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk memperbaiki sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan karena usia, terutama pada kusen pintu dan jendela.

Namun, hingga wawancara berlangsung, belum ada kepastian mengenai realisasi bantuan tersebut.

Sekolah juga berencana mengajukan revitalisasi pada tahun depan. Sumartono berharap kebutuhan sekolah dapat didukung pemerintah, masyarakat, maupun dunia industri di sekitar sekolah.

“Beberapa pihak industri, termasuk PT Amman Mineral, sudah bersedia membantu. Kami tinggal menunggu realisasinya,” ucapnya.

Di tengah keterbatasan anggaran, SMKN 1 Lunyuk kini masih membutuhkan dukungan untuk memastikan keberlanjutan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran dan pengembangan prestasi siswa. (bgs)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SMKN 1 Lunyuk Menanti Guru dan Fasilitas

Trending Now