Kuala Tungkal, detiksatu.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal terus mengembangkan pendekatan pembinaan yang humanis dengan menghadirkan ruang rekreasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film komedi Agak Laen 2 yang berlangsung di Aula Lapas Kuala Tungkal, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan suasana yang lebih santai di tengah rutinitas pemasyarakatan. Tayangan film yang mengundang gelak tawa tersebut disambut dengan antusiasme warga binaan, sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat dan memperkuat kebersamaan di antara mereka.
Lebih dari sekadar sarana hiburan, pemutaran film ini menjadi bagian dari pendekatan pembinaan berbasis rekreasi yang memperhatikan aspek psikologis dan sosial warga binaan. Melalui metode yang dikenal sebagai cine-therapy, film dimanfaatkan sebagai media refleksi untuk membantu mengurangi kejenuhan sekaligus membuka ruang pemaknaan terhadap nilai-nilai kehidupan.
Alur cerita yang disajikan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk merefleksikan pentingnya solidaritas, kejujuran, tanggung jawab, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu memperkaya proses pembinaan kepribadian dan mendorong warga binaan membangun perspektif yang lebih positif terhadap masa depan.
Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan rekreasi merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, pendekatan pembinaan tidak semata-mata berorientasi pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga perlu memperhatikan kesejahteraan psikologis serta hubungan sosial warga binaan.
“Melalui momen kebersamaan ini, kami berharap hubungan kekeluargaan antarsesama warga binaan maupun dengan petugas semakin erat, sekaligus menjadi pendorong semangat bagi mereka untuk menjalani program pembinaan dengan optimis,” ujarnya.
Ia menambahkan, penciptaan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk melalui kegiatan positif yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berinteraksi, membangun kebersamaan, dan memperoleh pengalaman yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan nobar tersebut mencerminkan upaya Lapas Kuala Tungkal dalam mengintegrasikan aspek rekreatif ke dalam proses pembinaan yang lebih komprehensif. Pendekatan ini menempatkan warga binaan tidak hanya sebagai individu yang menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai manusia yang tetap memiliki kebutuhan sosial, emosional, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Melalui kegiatan rekreasi yang positif dan edukatif, Lapas Kuala Tungkal berharap warga binaan dapat menjaga motivasi, mengembangkan pola pikir konstruktif, serta mempersiapkan diri untuk kembali beradaptasi dengan kehidupan bermasyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Dengan demikian, pembinaan pemasyarakatan tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan kewajiban selama menjalani hukuman, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter yang berorientasi pada perubahan perilaku, penguatan tanggung jawab, dan kesiapan untuk menata masa depan yang lebih baik.(Hen)