PPDI Yahukimo Minta Kasus Pembunuhan dan Hilangnya Dua Orang warga Sipil Segera Diungkap

PPDI Yahukimo Minta Kasus Pembunuhan dan Hilangnya Dua Orang warga Sipil Segera Diungkap

Oktober 16, 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T04:15:57Z

Jayapura, detiksatu.com || Jubi - ketua Dewan pimpinan cabang Persatuan penyandang disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Yahukimo  Maes atbesenne Sub S.Th  minta aparat  penegak hukum  segera mengungkapkan kasus pembunuhan  dan menghilangkan jejak dua orang  warga sipil di Yahukimo, Papua pegunungan 

Pernyataan tersebut disampaikan setelah menemukan sejumlah alat bukti milik para korban di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat (16/10/2026) 

Menurutnya,  para korban tersebut hilang sejak hari Senin 12 Oktober 2026 sekitar pukul 03.00 WIT, hingga saat ini belum temukan keberadaan para korban dan dugaan kuat mereka dalam keadaan tidak bernyawa. Hal tersebut berdasarkan barang bukti yang ditemukan 
 " Barang bukti yang temukan adalah 1 buah celana pendek jengki warna biru, 1 buah baju kaos abu-abu putih, terpal kain dan ditempat itu juga temuan bekas darah   korban ". Ujar Maes 
Ia  minta semua pihak yang bekerja di pemerintahan , gereja, Kepala suku dan para pekerja kemanusiaan  mendesak peristiwa tersebut sampaikan secara terbuka kepada publik untuk menjadi perhatian publik jika pembunuhan tersebut  benar terjadi oleh pihak TNI POLRI atau pun pihak lainnya 

"Kami minta semua pihak kasus kehilangan jejak keluarga dua orang warga sipil itu perlu sampaikan terbuka ada yang temukan atau diduga melakukan pembunuhan dari anggota TNI POLRI MARINIR dan satgas Damai Cartenz  ataupun pihak lain" tegasnya.

Maes mengatakan  kedua orang yang diduga korban tersebut yang bersangkutan berinisial EW (27) status warga sipil dan NW (18) status pelajar kelas 3 SMK N 1 Dekai kabupaten Yahukimo. Menurutnya mereka murni warga sipil yang hilang jejak  hingga saat belum kembali ke rumah 

"  Iya Ernes websa (27) status warga sipil dan Natan well (18) status pelajar  kelas 3 SMK N 1Dekai, mereka itu warga sipil dan anak sekolah ". Kata Maes 

Ia juga menjelaskan bahwa setelah peristiwa tersebut, keluarga korban mendatangi Pos TNI Halabok untuk meminta penjelasan mengenai keberadaan dua orang yang diduga menjadi korban. Pihak Pos TNI menyampaikan bahwa pada waktu subuh mereka tidak melakukan patroli. Pihak pos juga meminta keluarga korban untuk berdoa agar kedua orang tersebut dapat ditemukan,” ujarnya.

“Pihak Pos TNI Halabok menyampaikan pada hari itu mereka tidak melakukan patroli dan tidak mengetahui keberadaan kedua korban. Namun, ketika keluarga menanyakan bagaimana cara menemukan mereka, pihak pos menyampaikan agar keluarga banyak berdoa,” ujarnya.

Menurutnya, pihak aparat penegak hukum belum memberikan penjelasan yang jelas mengenai keberadaan kedua korban. Sebaliknya, keluarga justru diminta untuk berdoa agar keduanya dapat ditemukan. Pernyataan tersebut, menurutnya, menimbulkan kecurigaan dan memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Oleh karena itu, pada hari ini, 16 Oktober 2026, pihaknya berencana menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap aparat keamanan di Kantor Polres Yahukimo. Dalam aksi tersebut, mereka akan mendesak aparat keamanan untuk memberikan penjelasan yang transparan mengenai keberadaan kedua orang yang berasal dari Suku Mek tersebut serta meminta kejelasan atas peristiwa yang menimpa mereka.

Ia berharap siapapun pelaku pembunuhan terhadap satu warga  sipil dan satu berstatus pelajar tersebut pihak keamanan sebagai penegak hukum jelaskan jujur dan terbuka kepada keluarga korban dan kepada  publik ." Ujarnya 


Reporter Inggi Kogoya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PPDI Yahukimo Minta Kasus Pembunuhan dan Hilangnya Dua Orang warga Sipil Segera Diungkap

Trending Now