Tanjab Timur, detiksatu.com || Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0419/Tanjab terus menunjukkan perkembangan dalam pengerjaan sasaran fisik di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Memasuki pekan pertama pelaksanaan, personel Satuan Tugas (Satgas) bersama masyarakat setempat terus mengintensifkan pekerjaan guna mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan prioritas desa.
Pada Jumat (16/10/2026), pengerjaan sejumlah sasaran fisik dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengedepankan efektivitas waktu, optimalisasi sumber daya, serta koordinasi antara personel Satgas dan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari aspek kuantitas pekerjaan maupun kualitas hasil akhir.
Berdasarkan data perkembangan di lapangan, pekerjaan penyiapan badan jalan atau rekon dengan panjang 4.200 meter dan lebar 8 meter telah mencapai progres sebesar 19,05 persen. Capaian tersebut menjadi indikator perkembangan pelaksanaan pembangunan akses jalan yang diharapkan mampu menunjang konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat Desa Merbau.
Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD juga melaksanakan pengerjaan tanggul penahan air sepanjang 1.670 meter. Hingga Jumat (16/10/2026), progres pengerjaan sasaran tersebut tercatat mencapai 20,96 persen. Kedua pekerjaan ini dilaksanakan secara paralel sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa dan mendukung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, percepatan pembangunan tidak hanya bertumpu pada pengerahan tenaga personel dan partisipasi masyarakat, tetapi juga membutuhkan dukungan peralatan mekanis yang memadai. Optimalisasi penggunaan alat berat menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian untuk menjaga efektivitas pekerjaan sekaligus memastikan kualitas konstruksi sesuai dengan perencanaan.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0419/Tanjab menegaskan bahwa pengoperasian alat berat harus dilakukan secara tepat dan terukur, terutama pada tahapan penyiapan badan jalan. Penggunaan alat seperti grader dan compactor atau bomag dinilai memiliki peran penting dalam membentuk permukaan jalan yang rata serta meningkatkan kepadatan tanah.
"Untuk memastikan hasil yang maksimal, kami sangat menekankan optimalisasi alat berat di lapangan. Alat-alat berat seperti grader maupun compactor (bomag) harus dioperasikan secara presisi agar pekerjaan penyiapan badan jalan ini jauh lebih rapi, rata, dan padat," jelas Pasiter saat meninjau lokasi pekerjaan.
Menurutnya, kualitas pembangunan infrastruktur sangat ditentukan oleh ketepatan pelaksanaan pada setiap tahapan pekerjaan. Penyiapan badan jalan yang dilakukan secara cermat menjadi fondasi penting untuk menghasilkan konstruksi yang lebih stabil dan memiliki daya tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Ia juga menekankan bahwa percepatan pekerjaan harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga mutu pembangunan. Pemanfaatan alat berat secara optimal diharapkan mampu menghasilkan kepadatan tanah yang lebih baik sehingga risiko kerusakan jalan akibat perubahan kondisi tanah maupun curah hujan dapat diminimalkan.
"Jika alat berat dioptimalkan dengan baik untuk memadatkan dan merapikan badan jalan, maka struktur tanahnya akan jauh lebih kuat. Tujuannya sangat jelas, yakni supaya jalan ini lebih awet, tidak mudah amblas atau rusak ketika diguyur hujan deras, sehingga manfaatnya bisa dinikmati oleh masyarakat Desa Merbau dalam jangka waktu yang lama," pungkasnya.
Lebih dari sekadar pencapaian target fisik, pelaksanaan TMMD ke-130 juga merepresentasikan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Keterlibatan warga dalam proses pengerjaan menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif yang memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendukung keberhasilan program.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, optimalisasi peralatan, serta pengawasan terhadap kualitas pekerjaan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0419/Tanjab diharapkan mampu menjaga tren peningkatan progres pembangunan jalan dan tanggul hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang layak secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas, dan menunjang aktivitas sosial maupun ekonomi warga Desa Merbau.(Hen)