Pengikut

Aksi Sejarah di Jembatan Baliase: Mahasiswa Luwu Raya Bertahan, Suara Rakyat Menggema ke Presiden

Lamellong
Januari 19, 2026 | Januari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-19T14:40:19Z

Luwu Timur-detiksatu.com - Senin 19 Januari 2026 – Sejak siang hingga menjelang sore, Jembatan Baliase, Luwu Timur, menjadi saksi sejarah perjuangan ribuan mahasiswa dari seluruh wilayah Luwu Raya. Mereka berdiri tegap di bawah terik matahari, menyuarakan tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya, berharap agar suara rakyat sampai ke Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Aksi yang berlangsung berjam-jam ini membuat arus lalu lintas lumpuh total. Kendaraan dari arah selatan maupun timur terhenti di tengah kemacetan panjang, sementara beberapa pengendara terpaksa memutar arah mencari jalur alternatif. Namun, semangat mahasiswa tetap membara, seakan menantang teriknya matahari yang menyengat kulit mereka.

Para mahasiswa membawa spanduk besar bertuliskan “Luwu Raya Berhak Mandiri”, “Pemekaran untuk Keadilan Rakyat”, dan “Dengar Suara Kami, Pak Presiden!”. Teriakan mereka, yel-yel perjuangan, dan lagu-lagu rakyat bergema di sepanjang jembatan, seolah menyalakan api tekad di hati setiap orang yang menyaksikan.

Koordinator aksi, dengan suara lantang dan penuh emosi, menyampaikan orasi panjang:
"Kami berdiri di sini bukan untuk membuat kericuhan, tapi untuk memastikan suara rakyat Luwu Raya sampai ke Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin pembangunan merata, fasilitas pendidikan dan kesehatan lebih dekat, dan kesejahteraan rakyat meningkat. Luwu Raya siap menjadi provinsi mandiri!"

Warga yang ikut hadir menambah kekuatan aspirasi ini. Para ibu menitikkan air mata saat menyampaikan harapan agar anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan lebih dekat, tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Seorang ibu paruh baya berkata:
"Kami ingin masa depan anak-anak kami cerah. Pemekaran ini bukan sekadar nama, tapi harapan hidup bagi kami semua."

Petani dan nelayan yang hadir juga menekankan kebutuhan mereka akan akses pasar yang lebih baik, infrastruktur jalan memadai, dan fasilitas pertanian serta perikanan yang mendukung ekonomi rakyat. Semua suara ini berpadu menjadi satu teriakan lantang: “Luwu Raya Mandiri, Presiden Dengar!”

Petugas kepolisian dan Satpol PP terlihat berjaga di sepanjang jembatan, mengatur arus lalu lintas, memastikan keamanan, dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib. Mahasiswa bergiliran melakukan orasi, long march, dan tetap bertahan meski panas matahari semakin menyengat.

Pengendara yang terjebak macet menyaksikan langsung semangat mahasiswa. Beberapa turun dari kendaraannya, ikut memberikan dukungan, dan merekam aksi tersebut. Anak-anak muda terlihat berteriak dengan penuh semangat, sementara orang tua mengangkat tangan memberi dukungan, menciptakan pemandangan yang dramatis dan penuh emosional.

Suara rakyat Luwu Raya kini mengalir seperti gelombang yang tak bisa dihalangi. Orasi panjang, yel-yel perjuangan, teriakan dukungan warga, hingga nyanyian rakyat bercampur menjadi satu, menggema hingga ke langit sore Luwu Timur. Semua ini menegaskan bahwa suara rakyat Luwu Raya tidak bisa diabaikan.

 Namun aksi ini menjadi simbol nyata bahwa aspirasi rakyat Luwu Raya siap diperjuangkan. Pesan mereka ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo agar melihat, mendengar, dan merasakan secara nyata perjuangan rakyat yang menuntut keadilan, pembangunan, dan kesejahteraan.

Reporter:Rd
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aksi Sejarah di Jembatan Baliase: Mahasiswa Luwu Raya Bertahan, Suara Rakyat Menggema ke Presiden

Trending Now