Kapuas hulu,detiksatu.com || Sejumlah masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu mulai mempertanyakan realisasi janji kampanye pasangan SIS–Sukardi terkait program Asmara Haji serta pemberian gaji atau insentif bagi guru ngaji yang sebelumnya disampaikan saat masa kampanye.
Warga menilai hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai implementasi program tersebut di tengah masyarakat.
Padahal, kedua program itu disebut-sebut menjadi salah satu janji yang cukup mendapat perhatian masyarakat, khususnya kalangan tokoh agama dan para guru ngaji di daerah tersebut.
Salah seorang tokoh masyarakat Kapuas Hulu, Ahmad (45), mengatakan masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan program tersebut.
“Kami hanya ingin kejelasan.
Dulu saat kampanye disebutkan akan ada program Asmara Haji dan juga perhatian terhadap guru ngaji melalui pemberian gaji atau insentif. Sampai sekarang masyarakat masih menunggu realisasinya,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, guru ngaji memiliki peran penting dalam membina pendidikan keagamaan di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda di desa-desa.
“Guru ngaji ini berjasa besar membina anak-anak dalam pendidikan agama. Jadi wajar jika masyarakat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya yang menilai program tersebut sangat membantu masyarakat apabila benar-benar direalisasikan.
Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan informasi yang jelas mengenai mekanisme maupun tahapan pelaksanaan program yang pernah dijanjikan tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari pemerintah daerah maupun tim SIS–Sukardi belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan program Asmara Haji dan rencana pemberian gaji atau insentif bagi guru ngaji di Kabupaten Kapuas Hulu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan klarifikasi serta kepastian terkait realisasi janji kampanye tersebut agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.(Adi*ztc)