Putussibau Selatan,Kapuas Hulu – detiksatu.com || Kondisi bangunan SD Negeri 05 Merah Putih Ingko Tambe, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, kian memprihatinkan.
Sejumlah ruang kelas dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan parah, sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Peristiwa robohnya bangunan sekolah tersebut diketahui saat para dewan guru memasuki lingkungan sekolah.
Beruntung, kejadian terjadi sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Meski demikian, kondisi gedung saat ini dinyatakan tidak layak untuk digunakan.
Kepala SDN 05 Ingko Tambe menegaskan bahwa kerusakan bangunan sekolah tersebut berisiko tinggi apabila tetap dipaksakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Kejadian robohnya bangunan ini terjadi saat kami, para dewan guru, masuk ke sekolah.
Jika anak-anak sudah berada di dalam, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Dua ruang kelas sudah roboh, dan bagian depan area toilet juga sudah terbuka. Kondisinya sangat berbahaya,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, pihak sekolah untuk sementara waktu tidak mengizinkan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Para dewan guru hanya melakukan pemantauan serta pengamanan di sekitar area bangunan yang rusak.
Pihak sekolah juga berencana mengundang para orang tua murid untuk membahas solusi sementara terkait proses pembelajaran ke depan.
“Keselamatan siswa adalah prioritas utama.
Karena itu kami belum berani mengizinkan anak-anak masuk sekolah.
Kami akan berdiskusi dengan orang tua murid untuk mencari solusi agar proses belajar tetap berjalan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah bersama dewan guru secara tegas meminta Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, serta Inspektorat untuk segera turun tangan dan mengambil langkah konkret.
“Gedung sekolah ini usianya belum sampai tiga tahun, namun sudah roboh.
Kami meminta Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan segera bertindak.
Inspektorat juga perlu melakukan audit terhadap proyek pembangunan sekolah ini agar jelas penyebab kerusakan dan pihak yang harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera melakukan penanganan darurat, evaluasi teknis bangunan, serta memastikan keselamatan siswa demi keberlangsungan pendidikan di Kecamatan Putussibau Selatan.
Kaperwil Kalbar
Adi*ztc

