Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan perbukitan.
Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini perlu disikapi dengan langkah pencegahan sejak dini. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga situasi dan kondisi lingkungan. Kebersihan lingkungan harus kembali digalakkan melalui gotong royong, terutama membersihkan saluran drainase agar tidak tersumbat,” dalam keterangan nya kepada Wartawan detiksatu.com pada Minggu (4/1/2026).
Ia menekankan, drainase yang tersumbat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan dan banjir saat hujan deras. Karena itu, upaya menjaga kebersihan lingkungan dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mengurangi risiko banjir.
Selain itu, Laisa juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, khususnya dengan tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan. Pohon memiliki peran penting sebagai daerah resapan air yang membantu mengurangi limpasan air hujan.
“Kondisi Balikpapan yang memiliki banyak wilayah rawan banjir mengharuskan masyarakat lebih waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi,” jelasnya.
Tak kalah penting, Laisa mengimbau warga yang tinggal di daerah perbukitan agar selalu mewaspadai potensi tanah longsor, terutama jika hujan deras terjadi dalam durasi yang cukup lama.
“Jika warga melihat tanda-tanda alam seperti retakan tanah atau pergerakan tanah, segera mencari lokasi yang lebih aman dan melapor kepada pihak terkait,” tambahnya.

