Warga Kecamatan Tombolo Pao Diduga Jadi Korban Penipuan, Rencana Lapor ke Polres Gowa

Februari 20, 2026 | Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T09:45:19Z
Sulawesi,detiksatu.com ll Sejumlah warga di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,yang tidak mau di sebut indentitas,mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh seorang oknum berinisial S. Jum'at (20/02/2026).

Sementara itu inisial S diduga  kabur dari rumah, dan perkirakan meninggalkan rumahnya 20 Januari 2026. dan sampai saat ini belum kembali.

Berdasarkan keterangan beberapa warga, pelaku diduga menyuruh masyarakat mengajukan pinjaman ke bank dengan iming-iming akan diberikan persentase atau bagian dari dana pinjaman tersebut. Namun, setelah dana cair, cicilan ke pihak bank disebut-sebut tidak pernah dibayarkan.

"Rata-rata kami disuruh ambil pinjaman antara Rp50 juta sampai Rp150 juta. Katanya nanti cicilannya akan dibayar, tapi sampai sekarang tidak ada pembayaran,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Tombolo Pao Jumat (20/2/2026).

Akibatnya, masyarakat yang namanya digunakan sebagai peminjam kini harus menanggung beban tagihan dari pihak bank. Para korban mengaku telah menerima penagihan selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Warga pun mengeluhkan kondisi tersebut karena merasa dirugikan secara materiil maupun psikologis. Mereka menyebut jumlah korban diduga cukup banyak dan di perkirakan sekitar 100 orang, yang ada di wilayah Tombolo Pao.

“Sudah hampir satu tahun kami menerima tagihan. Kami merasa sangat dirugikan dan berencana melaporkan hal ini ke pihak Polres Gowa,” tambah warga lainnya.

Mendengar hal tersebut, wartawan detiksatu.com mencoba melakukan konfirmasi kepada terduga pelaku berinisial S. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban atau tanggapan resmi.

Sementara itu, salah seorang warga juga menambahkan bahwa ada dugaan kemungkinan kerja sama antara pelaku dan oknum di pihak bank. Namun, dugaan tersebut masih sebatas kecurigaan dari masyarakat dan belum dapat dibuktikan.
Upaya konfirmasi kepada pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih terus dilakukan untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait dugaan pinjaman dan mekanisme pencairan kredit tersebut.

Salah seorang pihak BRI yang di hubungi menjelaskan, bawah kecurigaan itu tidak benar dan tidak seperti itu kejadiannya. karena pada saat kami survey usahanya masyarakat /nasabah yang mengajukan pinjaman dia sendiri mengaku bahwa dia mau pakai sendiri,dan seandainya kami tau bahwa orang lain yang mau pakai pasti kami batalkan permohonannya ujar pihak BRI di hubungi.

Kerugian warga masyarakat di perkirakan mencapai Miliaran rupiah.

Kasus ini menjadi perhatian serius warga setempat, dan masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan agar persoalan ini dapat terungkap secara terang dan adil.

Reporter :  Abd Hakim
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Kecamatan Tombolo Pao Diduga Jadi Korban Penipuan, Rencana Lapor ke Polres Gowa

Trending Now