Pengikut

Fasilitas Memprihatinkan, MIS Jihadul Akbar Tamalhaur di Tobotani Butuh Dukungan Semua Pihak

Redaksi
Januari 16, 2026 | Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T03:28:37Z


    Foto: MIS Jihadul Akbar Tamalhaur di Desa                       Tobotani (sumber foto: zu)

Lembata, NTT, detiksatu.com ||₩ Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Jihadul Akbar Tamalhaur terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan dasar Islam di Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

Kepala MIS Jihadul Akbar Tamalhaur, Ilias Ali, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kondisi sarana dan prasarana madrasah saat ini sangat memprihatinkan. MIS Jihadul Akbar Tamalhaur hanya memiliki tiga ruang kelas dan satu gedung kantor.

“Secara fisik, bangunan mengalami banyak kerusakan, mulai dari dinding ("keneka") yang retak, sloof bangunan yang memperlihatkan besi berkarat dan kropos, lantai yang pecah, hingga rangka atap yang telah dimakan rayap,” ungkap Ilias Ali kepada detiksatu.com di Lembata, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan atap berlubang dan sangat mengganggu kenyamanan serta keselamatan proses belajar mengajar, terutama pada musim hujan dan angin kencang.

Selain itu, kondisi mobiler seperti meja dan kursi belajar juga sudah banyak yang rusak dan tidak layak pakai. Meski demikian, siswa tetap menggunakannya demi kelangsungan pembelajaran.

“Kebutuhan mendesak kami saat ini adalah perbaikan atap dan pengadaan mobiler. Kenyamanan ruang belajar sangat dibutuhkan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan aman dan tenang,” ujar Kepala Madrasah Ilias.

Ilias juga menyoroti minimnya dukungan kesejahteraan bagi guru dan tenaga kependidikan. Selama ini, honor yang diterima hanya sebesar Rp300 ribu per bulan dan dibayarkan setiap tiga bulan sekali, yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Oleh karena itu, pihak madrasah sangat mengharapkan dukungan moril maupun material dari orang tua, pemerintah, yayasan, serta Kementerian Agama Kabupaten Lembata.

Adapun harapan utama MIS Jihadul Akbar Tamalhaur adalah adanya rehabilitasi bangunan gedung dan pengadaan mobiler. Menurut pihak sekolah, kenyamanan dan keamanan belajar hanya dapat tercipta apabila bangunan berdiri kokoh serta didukung oleh fasilitas belajar yang layak.

Sebagai bahan pertimbangan, pihak madrasah menyatakan siap mengirimkan dokumen pendukung berupa foto kondisi fisik gedung, atap, lantai, sertifikat, dan piagam penghargaan. Mereka juga membuka pintu bagi pihak-pihak terkait untuk meninjau langsung kondisi madrasah.

“Besar harapan kami agar pihak terkait dapat melihat langsung kondisi MIS Jihadul Akbar Tamalhaur dan memberikan perhatian demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah ini,” harapnya.

Ilias Ali menjelaskan bahwa MIS Jihadul Akbar Tamalhaur awalnya merupakan kelas paralel dari MIS Kalikur, yang kini telah berubah nomenklatur menjadi MIN 2 Lembata. Dalam perkembangannya, MIS Jihadul Akbar Tamalhaur berdiri secara definitif sejak tahun 1999 dan tetap beroperasi hingga saat ini.

Saat ini, madrasah tersebut memiliki 77 orang siswa yang dibimbing oleh 10 guru serta didukung oleh dua tenaga kependidikan. Dalam aspek mutu pendidikan, MIS Jihadul Akbar Tamalhaur telah menyandang status Terakreditasi B dan menerapkan Kurikulum Merdeka berbasis Cinta.

Meski dengan segala keterbatasan, para siswa MIS Jihadul Akbar Tamalhaur mampu menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Di antaranya, Juara I Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Matematika Terintegrasi tingkat Kabupaten Lembata tahun 2023, Juara I lomba pawai berobat, Juara III lomba Hifzil Quran, serta piagam penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Lembata sebagai Madrasah Berinovasi.

Dalam proses pembelajaran, pihak madrasah berupaya memberdayakan sumber daya manusia yang ada dengan menerapkan inovasi pembelajaran kontekstual. Guru memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan sebagai sumber belajar serta mengedepankan pengamatan langsung agar siswa lebih mudah memahami materi.

Reporter : Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Fasilitas Memprihatinkan, MIS Jihadul Akbar Tamalhaur di Tobotani Butuh Dukungan Semua Pihak

Trending Now