Nabire, detiksatu.com - Festival Media Papua I (Fesmed) menjadi ajang istimewa bagi anak-anak Papua Pegunungan untuk menampilkan karya fotografi yang sarat makna. Sebanyak 26 foto yang merekam realitas sosial, politik, ekonomi, budaya, pengungsi dan kehidupan keagamaan masyarakat dipamerkan di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu (14/1).
Sejumlah pengunjung tampak tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan potret kehidupan masyarakat Wamena yang disajikan secara jujur dan emosional oleh para pewarta muda Papua Pegunungan.
Karya-karya tersebut dirangkum dan dipamerkan oleh Noel Wenda, mantan wartawan Cenderawasih Pos yang kini bertugas di Tribun-Papua.com sekaligus anggota komunitas Papuansphoto.
Noel turut mendampingi pengunjung dengan menjelaskan cerita dan pesan di balik setiap foto yang dipamerkan. “Setiap foto memiliki perencanaan, timing, dan pesan moral. Foto jurnalistik bukan sekadar untuk diposting di media sosial, tetapi harus mampu menjelaskan kondisi nyata masyarakat Papua,” ujar Noel.
Salah satu foto yang paling menyentuh menampilkan jemaat gereja di Wamena yang terpaksa menggunakan perahu untuk beribadah akibat akses jalan menuju rumah ibadah terendam banjir.
“Saya sendiri terharu saat memotret momen itu. Ada suasana emosional yang membuat saya meneteskan air mata,” ungkapnya.
Selain itu, foto anak-anak Wamena yang bermain di lingkungan sederhana namun tetap memancarkan kebahagiaan juga menjadi perhatian pengunjung.
“Definisi bahagia bagi mereka sangat berbeda. Senyuman anak-anak itu adalah kejujuran yang terekam apa adanya dalam gambar,” jelas Noel.
Festival Media Papua I tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya jurnalistik, tetapi juga wadah literasi visual bagi masyarakat Papua. Melalui karya anak-anak Papua Pegunungan, pengunjung diajak memahami realitas kehidupan sekaligus pesan moral yang tersimpan dalam setiap bidikan kamera.
Inggi Kogoya

