Pengikut

Indonesia ‘Darurat Kebohongan’, Habib Rizieq Serukan Revolusi Akhlak

Redaksi
Januari 01, 2026 | Januari 01, 2026 WIB Last Updated 2026-01-01T07:50:56Z
Bogor,detiksatu.com– Imam Besar Habib Rizieq Syihab menyatakan Indonesia berada dalam kondisi “darurat kebohongan” dan menyerukan perlunya revolusi akhlak berbasis kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan itu disampaikan dalam ceramah di Masjid At Ta’awun, kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa malam, 30 Desember 2025. Kemarin

Habib Rizieq menekankan bahwa kejujuran merupakan prinsip utama dalam ajaran Islam. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad Saw yang mewajibkan umat bersikap jujur karena kejujuran mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan membawa kepada keselamatan. Sebaliknya, kebohongan disebutnya akan menjerumuskan pada keburukan dan kehancuran moral.

Menurut Habib Rizieq, maraknya perilaku tidak jujur, khususnya di kalangan pejabat publik, telah merusak kepercayaan masyarakat. Ia menilai sejumlah pernyataan pejabat terkait penanganan bencana, data pelayanan publik, hingga klaim administratif tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Terjadi bencana di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara. Ada Kepala BNPB bikin pernyataan. Ah, itu kan ramainya cuma di medsos saja. Orang bencana besar-besaran dibilang enggak ada apa-apa, cuma di mesos saja yang ramai. Itu bohong tidak?” tanya Habib Rizieq yang dijawab kompak “bohong” oleh ribuan jemaah yang hadir.

“Dahulu ada pejabat yang mengaku mengantongi uang 11 ribu triliun, ternyata ada tidak? Lalu bikin mobil Esemka bahkan sudah ribuan yang pesan, sampai sekarang barangnya ada tidak? Kemudian ada ratusan petani dijanjikan traktor, faktanya ada tidak?” ungkap Habib Rizieq.

Termasuk soal ijazah, kata dia, persoalan seperti itu sebetulnya mudah, tinggal ditunjukkan yang asli dan diperiksa tim independen. Namun karena sejak awal banyak bohong jadi masyarakat kurang percaya.

Kemudian masalah wakil presiden yang katanya S1 tapi masih diperdebatkan soal SMA-nya. Kata Habib Rizieq, kalau mereka mau jadi pejabat apapun lulusannya itu tidak masalah (asal sesuai persyaratan) dan yang paling penting jangan bohong.

“Jangan enggak sekolah bilang sekolah, enggak punya ijazah bilang punya ijazah. Enggak pernah kuliah bilang kuliah. Bohong itu dosa besar. Yang dibohongin bukan satu orang, tapi 275 juta rakyat Indonesia. Masyaallah,” tuturnya.

Habib Rizieq juga mengingatkan bahwa kebiasaan berbohong dapat berdampak jangka panjang, yakni hilangnya kepercayaan publik.

“Sekali seseorang dikenal tidak jujur, maka kepercayaan akan sulit kembali,” ujarnya.

Habib Rizieq mengajak umat Islam dan masyarakat luas untuk melawan kebohongan dengan menegakkan kejujuran, menepati janji, dan menjaga amanah. Seruan tersebut ia sebut sebagai bagian dari revolusi akhlak yang harus dimulai dari individu hingga pemimpin, agar kehidupan berbangsa berjalan adil dan bermartabat.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Indonesia ‘Darurat Kebohongan’, Habib Rizieq Serukan Revolusi Akhlak

Trending Now