Kirab Budaya Kota Tegal Menuai Polemik. "Politik dibungkus Budaya"

Redaksi
Februari 14, 2026 | Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T03:53:45Z
Tegal-detiiksatu.com I Kirab budaya Kota Tegal yang akan diselenggarakan pada Minggu, 15 Pebruari 2026 menuai polemik para netizen di media sosial. Pasalnya kirab budaya dengan tema " Geol mempesona , Tegal Mendunia" diselenggarakan bersama  salah satu partai berlambang Gajah dengan nama Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. 

Hebatnya lagi Pemerintah Kota melalui surat yang ditandatangani oleh Sekda Kota Tegal, Agus Dwi Suliastono tertanggal 13 Pebruari 2026 nomor : 400.14.1.1./22  dengan mengundang Asisten Sekda, Staf Ahli Walikota, Sekretaris DPRD, Direktur RSUD Kardinah, Kepala Badan/ Dinas/
Bagian/Kepala Satpol PP, Camat dan Lurah di Lingkungan Pemkot Tegal . 

Adapun acaranya yaitu Senam di antaranya senam aca aca nehi nehi, tabola bale, senam eee aaa, mlaku mlaku nang kotaKu dan Tari Geol Tegal. 

Kegiatan kirab budaya kota Tegal menjadi sorotan para pegiat seni diantaranya Lutfhi AN(Abas Nakhrawi) yang penulis essei dan pegiat seni Kota Tegal. 

Menurutnya Pemerintah kota Tegal yang terlibat dengan acara kirab budaya yang diadakan oleh PSI dinilai "NGEMPRA'  (ceroboh dan ngawur). 
Pemkot sebagai institusi mestinya Netral dan menjaga marwahnya dari keberpihakan partai tertentu. 
"Walikota selaku pembina partai politik diperkenankan manguyubahyo acara tersebut tetapi tidak seharusnya melibatkan komponennya untuk mendukung dengan menghadirkan Tari Geol yang dikoordinir oleh Kadis Pariwisata Ikrar Yuwana" ujarnya. 
Luthfi juga menyoroti adanya keberpihakan Walikota Tegal terhadap PSI, hal ini memunculkan kecemburuan partai lain sekaligus preseden buruk bagi spekulan politik bahwa Dedi Yon Supriyono hendak hengkang dari Gerindra ke PSI. 
"Prediksi nya tahun 2029 akan bergandengan dengan Kaesang Pangarep mencalonkan di Provinsi Jateng' pungkasnya.(AR)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kirab Budaya Kota Tegal Menuai Polemik. "Politik dibungkus Budaya"

Trending Now