Pengikut

Indonesia Kembali ke WEF Davos, Presiden Prabowo dan Danantara Siap Gaet Investor Global,Perkuat Diplomasi Ekonomi

Redaksi
Januari 17, 2026 | Januari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T09:28:57Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Prabowo bersama BPI Danantara dijadwalkan hadir di WEF Davos 2026, tandai kembalinya Indonesia ke panggung ekonomi global.
Setelah hampir satu dekade absen, Indonesia kembali menapakkan kaki di panggung ekonomi dunia melalui kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada ajang World Economic Forum (WEF) 2026 yang akan digelar di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026.

Kehadiran Presiden Prabowo kali ini akan didampingi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, menandai langkah strategis Indonesia untuk kembali aktif dalam percaturan ekonomi global, khususnya di bidang investasi, keuangan, dan arah pembangunan ekonomi masa depan.

Partisipasi Indonesia dalam forum bergengsi tersebut dinilai sebagai sinyal kuat kebangkitan diplomasi ekonomi nasional di era pemerintahan baru. WEF Davos dikenal sebagai forum eksklusif yang mempertemukan para pemimpin negara, pengusaha kelas dunia, akademisi, inovator, serta perwakilan masyarakat sipil untuk membahas isu-isu strategis global. 

Tahun ini, WEF mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya dialog dan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dradjad Wibowo, menilai kehadiran Presiden Prabowo bersama BPI Danantara merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk memulihkan sekaligus memperkuat kepercayaan investor global.

Menurutnya, WEF menjadi ruang krusial bagi Indonesia untuk menjelaskan visi ekonomi nasional, tata kelola investasi, serta peran strategis Danantara sebagai pengelola modal negara.

“Tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar bagi kemajuan ekonomi nasional. WEF adalah forum yang tepat, karena di sana hadir tokoh-tokoh dan orang-orang kuat dalam jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi dunia,” ujar Dradjad.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir secara langsung dalam rangkaian kegiatan WEF 2026.

Kehadiran ini sekaligus menjadi penampilan perdana Presiden Prabowo di forum ekonomi global tersebut sejak dilantik sebagai Presiden RI.
Dradjad menambahkan, keberadaan Danantara dalam WEF 2026 memiliki peran strategis untuk menjelaskan kebijakan ekonomi Indonesia kepada komunitas internasional. Salah satu isu utama yang akan disoroti adalah kemampuan Danantara dalam mengelola modal negara yang nilainya diperkirakan mencapai US$1 triliun.

“Kita ingin membangun dan memperkuat kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia. Danantara harus mampu menjelaskan bagaimana modal negara dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang,” kata Dradjad, yang meraih gelar doktor dari The University of Queensland, Australia.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa WEF 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para konglomerat dunia, pemimpin negara, serta inovator teknologi mengenai peran Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia.

“Para raksasa dunia itu harus jelas iklim perniagaan apa yang akan kita bangun dengan SWF Indonesia ini. Kepastian regulasi, tata kelola yang kuat, serta ekosistem usaha yang kondusif menjadi kunci,” tegasnya.

Dradjad juga mengingatkan pentingnya tindak lanjut pasca-WEF. Menurutnya, kehadiran di Davos harus dibarengi dengan kesiapan domestik agar minat investor yang muncul dapat direalisasikan menjadi investasi nyata.

“Setelah dari WEF, semuanya harus dipersiapkan. Ketika mereka datang dan melakukan penjajakan bisnis, mereka harus melihat bahwa Indonesia memang memungkinkan untuk dimasuki dan memberikan rasa nyaman bagi investasi,” ujarnya.

Sebagai catatan, terakhir kali Presiden Indonesia tampil di forum elit WEF Davos adalah pada tahun 2011, ketika Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato visioner tentang ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Kini, tongkat estafet kepemimpinan tersebut dipegang oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dijadwalkan hadir bersama CEO Danantara Rosan Roeslani serta sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Secara terpisah, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menegaskan bahwa kehadiran Danantara di WEF 2026 bukan sekadar seremoni internasional.

Menurutnya, forum ini dipandang sebagai ruang strategis untuk menjembatani agenda pembangunan nasional dengan akses terhadap modal serta jaringan global.

“WEF Davos menjadi momentum penting bagi Danantara untuk memperkenalkan diri sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional yang berlandaskan tata kelola kuat, transparan, dan siap menjadi mitra kredibel bagi pemain global,” ujar Al-Arief.

Melalui pendekatan yang terukur dan terstruktur, Danantara menargetkan keterlibatan jangka panjang dengan mitra internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi utama di kawasan dan dunia.

Kehadiran Presiden Prabowo dan Danantara di WEF 2026 diharapkan menjadi babak baru dalam diplomasi ekonomi Indonesia serta membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Indonesia Kembali ke WEF Davos, Presiden Prabowo dan Danantara Siap Gaet Investor Global,Perkuat Diplomasi Ekonomi

Trending Now