Pengikut

Insiden Murid Alami Patah Tangan Saat Class Meeting di SDN Kramat Jati 16, Orang Tua Soroti Pengawasan Sekolah

Redaksi
Januari 24, 2026 | Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T05:00:11Z
Jakarta, detiksatu.com || Insiden kecelakaan yang menimpa seorang peserta didik di SDN Kramat Jati 16, Jakarta Timur, menjadi perhatian serius para siswa dan orang tua.

Seorang siswa laki-laki kelas VI dilaporkan mengalami patah tulang di bagian tangan setelah terjatuh saat mengikuti pertandingan futsal dalam agenda kegiatan class meeting sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi pada bulan November lalu dan menimbulkan keprihatinan terkait aspek pengawasan dan keselamatan siswa di lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi ketika siswa kelas VI tersebut mengikuti pertandingan futsal melawan siswa kelas IV dalam rangkaian kegiatan class meeting.

Dalam jalannya pertandingan, diduga terjadi dorongan dari salah satu siswa kelas IV yang menyebabkan siswa kelas VI terjatuh dengan posisi tangan menopang tubuh. Akibat benturan tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian tangan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah pihak menilai bahwa minimnya pengawasan saat pertandingan berlangsung menjadi salah satu faktor yang patut disoroti.

Kegiatan olahraga yang melibatkan siswa lintas kelas dengan perbedaan usia dan postur fisik dinilai membutuhkan pengawasan ekstra dari pihak sekolah, baik dari guru pendamping maupun panitia pelaksana kegiatan.
Insiden tersebut mengejutkan sejumlah siswa dan orang tua murid.

Mereka berharap kejadian ini dapat diungkap secara terbuka dan menjadi bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.

Orang tua korban juga menaruh perhatian besar terhadap standar keamanan yang diterapkan sekolah dalam setiap kegiatan yang bersifat fisik dan kompetitif.
Untuk memperoleh klarifikasi, tim detiksatu.com telah mencoba menghubungi Kepala Sekolah SDN Kramat Jati 16, Erni.

Dalam keterangannya, Kepala Sekolah menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan. Namun, tidak dijelaskan secara rinci terkait mekanisme penyelesaian, bentuk tanggung jawab sekolah, maupun evaluasi internal yang telah dilakukan pasca kejadian.

Demi mendapatkan informasi yang berimbang dan menyeluruh, detiksatu.com juga berencana menyampaikan persoalan ini kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan pernyataan Kepala Sekolah SDN Kramat Jati 16, redaksi akan menjadikan hal tersebut sebagai dasar untuk mengajukan audiensi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial media sekaligus upaya untuk mendorong peningkatan standar keselamatan peserta didik di sekolah. 

Audiensi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait kebijakan pengawasan kegiatan sekolah, khususnya kegiatan olahraga, serta memastikan adanya pedoman yang tegas dan konsisten bagi seluruh satuan pendidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, khususnya para kepala sekolah dan tenaga pendidik, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan siswa dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan sekolah.

Kegiatan keolahragaan yang bertujuan membangun kebersamaan dan sportivitas semestinya tetap mengutamakan keamanan dan pengawasan maksimal demi melindungi hak dan keselamatan peserta didik.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Insiden Murid Alami Patah Tangan Saat Class Meeting di SDN Kramat Jati 16, Orang Tua Soroti Pengawasan Sekolah

Trending Now