Buhut Jaya,detiksatu.com || Realitas di Desa Buhut Jaya tidak sepenuhnya sejalan dengan narasi kepedulian yang kerap disampaikan dalam publikasi. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan adanya persoalan infrastruktur dan sosial yang hingga kini belum menemukan solusi nyata, meskipun aktivitas perusahaan di sekitar desa telah berlangsung cukup lama.
Jalan desa rusak diduga akibat aktivitas kendaraan berat, tim investigasi menemukan sejumlah titik jalan desa dalam kondisi berlubang, bergelombang, dan mengalami kerusakan cukup parah. Jalan tersebut diketahui rutin dilintasi kendaraan bertonase besar milik maupun rekanan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa.
Warga menyebutkan bahwa kerusakan mulai terlihat sejak intensitas lalu lintas kendaraan berat meningkat. Padahal, menurut keterangan warga, jalan tersebut sebelumnya baru dilakukan perbaikan.
“Kalau hujan, lubang tidak kelihatan. Sudah beberapa kali hampir terjadi kecelakaan,” ungkap seorang warga kepada tim investigasi.
Usaha lokal sepi, tawaran kerja sama tak berbalas selain persoalan jalan, investigasi juga mengungkap kondisi usaha warga yang terbengkalai. Beberapa losmen, jasa katering, dan transportasi milik warga desa diketahui tidak digunakan, meskipun kendaraan dan karyawan perusahaan setiap hari melintas di depan usaha tersebut.
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan penawaran kerja sama secara langsung maupun melalui perangkat desa. Namun hingga saat ini, tidak ada kejelasan tindak lanjut.
“Kami punya bukti komunikasi. Sudah lama kami ajukan, tapi hasilnya nihil,” ujar salah satu pemilik usaha.
CSR dipertanyakan, dampak nyata tak terlihat
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi pertanyaan warga. Berdasarkan penelusuran, warga mengaku belum merasakan manfaat langsung yang signifikan, terutama terkait perbaikan jalan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Beberapa warga menyatakan bahwa informasi terkait program CSR tidak pernah disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat desa.
Minim klarifikasi dari pihak terkait
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak perusahaan dan pemerintah desa. Namun hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi yang diterima media. Sikap ini menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi dan tanggung jawab sosial di wilayah operasional perusahaan.
Harapan warga: bukan janji, tapi tindakan warga Desa Buhut Jaya menegaskan bahwa mereka tidak menolak investasi. Namun mereka berharap kehadiran perusahaan berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi warga sekitar.
“Kami tidak ingin ribut. Kami hanya ingin keadilan dan perhatian nyata,” tegas warga.
Media ini akan terus melakukan penelusuran lanjutan dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Reporter : Fahmi

