Pengikut

Kemuliaan Mati Syahid Dalam Keadaan Mencari Nafkah Demi Keluarga

Redaksi
Januari 14, 2026 | Januari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T12:11:11Z
Pebayuran Bekasi - detiksatu.com ll Bekerja untuk menghidupi keluarga adalah bentuk jihad, dan jihad bukan hanya tentang memerangi mereka yang menentang Islam. Pekerjaan tergolong Jida karena kepala keluarga berusaha semaksimal mungkin mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga. Kepala keluarga  berusaha apa pun yang terjadi. Karena itu, jika dia bisa bekerja dan mati, dia digolongkan sebagai syahid.

Kesyahidan adalah salah satu kehormatan Islam. Sarjana Asy'ari Ar-Raghib Al-Ashfahani mengatakan bahwa mereka yang mati syahid selama korban Sakaratur dijelaskan dalam  ayat ke-30 Fushshilat, ayat ke-19 Al-Hadid, dan  ayat ke-169 Ali'Imran dalam Al-Qur'an Surah. diberkati dengan. 

Selain itu, mati syahid memiliki arti bahwa  syahid  memiliki  nilai yang sama, secara mental atau fisik, dengan bermartabat, dalam keadaan beriman, seolah-olah masyarakat yang bekerja tidak merasa ada yang di perbudak.

Syahid berasal dari kata syahida-wasyhadu-syahadah yang artinya saksi. Kemartiran, di sisi lain, dapat diartikan sebagai seseorang yang menjadi saksi dari seseorang. Saksi-saksi kejadian mengatakan orang-orang yang mati syahid akan bersaksi tentang pahala dan kemuliaan Allah. Berikan saat mereka mati.

 Secara umum, referensi untuk mati syahid mengacu pada Muslim yang mati dalam perang di jalan Allah. Tetapi bahkan di luar kondisi ini, umat Islam ditemukan diberkati dengan kesyahidan. 

Kondisi ini menunjukkan betapa indahnya nikmat Allah SWT. Karena jika  syahid hanya diberikan kepada orang-orang yang gugur di medan perang, tentu akan sedikit orang Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan gelar syahid yang mulia. 

Bekerja  mencari nafkah untuk keluarga adalah perbuatan shaleh yang dianggap ibadah dan amal. Allah akan memberkati umatnya yang bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. 

Padahal, Allah sama saja bekerja mencari nafkah dengan jihad di medan perang. Jadi jika seseorang meninggal di negara sambil mencari nafkah, itu sama saja dengan mati syahid.

Orang mati dalam keadan mati syahid dapat di berikan suatu kemuliaan dan keistimewaan banyak sekali, mulai dari harum darahnya saat dia wafat, setiap tetesan darahnya dicintai oleh allah SWT, dapat di ampuni semua dosa dosanya, bahkan akan ditempatkan oleh allah SWT didalam surganya dengan tingkat yang paling tinggi yaitu surga firdaus.

(Roan)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemuliaan Mati Syahid Dalam Keadaan Mencari Nafkah Demi Keluarga

Trending Now