Pengikut

Kisruh Terhadap Pemilik Kuda Di Taman Candika Medan: Kadispora Medan Di Fitnah

Redaksi
Januari 21, 2026 | Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T11:52:22Z
Medan - detiksatu.com II Menanggapi dugaan pungli yang dialamatkan kepada Kadispora Kota Medan, Tengku Chairuniza membantah keras. Ia menegaskan uang tersebut bukan retribusi wahana berkuda dan skuter.
“Sampai saat ini belum ada perda (peraturan daerah) untuk wahana berkuda dan skuter. Tidak mungkin kami melakukan pengutipan jika dasar aturannya belum ada,” ujarnya kepada wartawan,Rabu,(21/1/2026).

Kadispora Medan T. Chairuniza menyebut dana tersebut merupakan bentuk partisipasi atau sumbangan dari pengelola wahana untuk kebutuhan fasilitas masjid di kawasan Taman Cadika.

“Saya kebetulan meningkatkan fungsi mushala di Taman Cadika menjadi masjid. Kami membutuhkan fasilitas, seperti saf pembatas antara pria dan wanita, serta jam digital penunjuk waktu salat. Jadi uang itu untuk fasilitas masjid, bukan retribusi wahana,” katanya.

Ia juga membedakan hal tersebut dengan pengutipan retribusi terhadap pedagang UMKM di Taman Cadika yang, menurutnya, telah memiliki dasar hukum.

“Kalau retribusi UMKM memang sudah ada perda dan perwal-nya. Tapi wahana berkuda dan skuter belum ada aturannya. Bagaimana kami mau mengutip,” ujarnya.
T.Chairuniza mengakui dana Rp2,1 juta yang ditransfer melalui stafnya, Nurhaida Lubis, telah terjadi sebanyak empat kali.

" Empat kali dana yang diberikan bukan berarti tiap bulan dikasih selama empat bulan, buktinya bulan sepuluh, sebelas dan dua belas tidak ada diberi, dan logika kita bersama kalau merasa di pungli pasti pemberian pertama sudah komplain, ngeluh dan protes walau hanya dibelakang, tapi ini sudah memberi sumbangan dana yang ke empat, kenapa setelah pemberian dana ke empat baru ribut, dan saya tidak pernah meminta " ujar T Chairuniza yang akrab disapa Yudi.

Uang tersebut, kata dia, hingga kini masih disimpan.
“Masih dipegang uangnya, sekitar empat bulan. Itu untuk sumbangan jam digital masjid. Tidak ada untuk pribadi. Ini karena hubungan pertemanan.

Bukannya besar juga dananya. Ada yang bilang jam digital untuk Kadispora, padahal untuk masjid, untuk infak. Anggota yang terima itu,” ungkap mantan Camat Medan Kota dan Medan Sunggal tersebut.

Terkait pemberitaan yang beredar aktivis Sumut yang juga Ketua NGO di kota Medan Ahmad Rizal atau yang akrab disapa Bang Bhoy angkat bicara.

" Menurut saya ini masalah mis komunikasi atau salah paham antara sahabat dan saya yakin mereka orang orang baik yang ingin memajukan olahraga dan akan bercita cita agar olahraga berkuda ini menjadi berprestasi, saya bermohon buat kita semua gak usahlah membesar besarkan masalah ini, receh kali dan itupun belum tau benar atau salah nya hehe" tutup Bang Bhoy sambil bercanda.
Reporter : Habib
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kisruh Terhadap Pemilik Kuda Di Taman Candika Medan: Kadispora Medan Di Fitnah

Trending Now