Pekalongan –detiksatu.com II Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kota Pekalongan sejak Jumat malam hingga Sabtu (11) pagi mengakibatkan banjir besar di berbagai titik strategis.
Kondisi air dilaporkan masih tinggi, bahkan mencapai setinggi dada orang dewasa di beberapa ruas jalan utama.
Titik Parah: Kelurahan Bendan dan Jalan Kurinci
Kawasan Bendan Kergon dan sepanjang Jalan Kurinci hingga Jalan Slamet menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
Di Kelurahan Tirto titik parah di wilayah Meduri dan wilayah RW. 06 dan RW. 07 Genangan air yang sangat tinggi memaksa warga RW. 06 mengungsi karena kebanyakan air masuk rumah sekitar 50 Cm.
Berdasarkan pantauan di lapangan:
Jalan Kurinci: Tergenang air cukup dalam, yang sering kali dipicu oleh meluapnya Sungai Bremi yang sudah tidak mampu menampung beban air hujan dan kiriman dari wilayah atas.
Jalan Slamet (Bendan): Ketinggian air menyebabkan akses kendaraan lumpuh, sehingga banyak pengendara terpaksa memutar arah.
Dampak Transportasi: Jalur KA Terputus
Banjir kali ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga mengganggu infrastruktur transportasi nasional.
Jalur kereta api antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi (Km 88+6/7) terendam air setinggi 10 cm di atas rel sejak Sabtu dini hari pukul 03.20 WIB.
Akibat kondisi rel yang tidak aman, perjalanan kereta api rute Jakarta–Surabaya dilaporkan terganggu dan mengalami keterlambatan.
Penyebab dan Upaya Penanganan
Banjir ini disebabkan oleh kombinasi curah hujan ekstrem dan meluapnya sungai-sungai utama seperti Sungai Bremi dan Sungai Meduri. Sebelumnya, pada awal Januari 2026, tanggul Kali Bremi sempat jebol sepanjang 35 meter yang turut memperparah genangan di wilayah Pekalongan Utara.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri saat ini terus melakukan patroli dan bersiaga untuk evakuasi warga jika ketinggian air terus meningkat. Posko pengungsian telah disiapkan, salah satunya di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
Himbauan Warga
Warga dihimbau untuk tetap waspada, terutama karena BMKG memprediksi potensi banjir rob masih akan mengintai pesisir Pekalongan hingga tanggal 22 Januari 2026. Segera amankan peralatan elektronik dan surat berharga ke tempat yang lebih tinggi.(AR)

