Pengikut

Perkuat Sinergi Kebudayaan, Disbud DKI Jakarta dan Budayantara Jalin Kolaborasi Pengembangan Kebudayaan

Redaksi
Januari 12, 2026 | Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T09:08:43Z
Jakarta, detiksatu.com || Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Budayantara jajaki babak baru kolaborasi budaya gerakan sadar budaya 2025 menjadi tonggak penting lahirnya babak baru kolaborasi kebudayaan antara Budayantara (Etalase Seni Budaya Nusantara) dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Pertemuan ini tidak hanya menandai penutup rangkaian capaian kebudayaan sepanjang tahun 2025, tetapi juga membuka ruang sinergi strategis untuk pengembangan kebudayaan berbasis kolaborasi, inovasi, dan teknologi.

Silaturahmi tersebut berlangsung di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, yang dimaknai sebagai “rumah besar” bagi inisiatif kebudayaan di Ibu Kota. Dalam pertemuan tersebut, Budayantara hadir sebagai sebuah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan media budaya, seni pertunjukan, laboratorium digital, serta produksi film berbasis budaya. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh CEO Budayantara Inovasi Global (BIG), Masdjo Arifin, pada Senin (12/1/2026).

Masdjo Arifin dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Budayantara hadir sebagai ekosistem budaya yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga pada penciptaan inovasi dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tantangan kebudayaan di era modern menuntut adanya ruang temu antara nilai-nilai budaya, perkembangan teknologi, serta kebijakan publik.
“Budaya hari ini membutuhkan ruang dialog yang mempertemukan gagasan, teknologi, dan kebijakan. Budayantara ingin menjadi jembatan yang menghubungkan para pelaku budaya, komunitas kreatif, dunia digital, dan pemerintah. Kolaborasi adalah kunci untuk menjaga budaya tetap hidup dan relevan,” ujar Masdjo.

Dari pihak pemerintah, Ikhsan selaku perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyambut baik silaturahmi dan gagasan yang disampaikan Budayantara. Ia menilai Budayantara memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam upaya pengembangan, pemajuan, dan digitalisasi kebudayaan di Jakarta.
“Jakarta sebagai pusat kebudayaan nasional membutuhkan mitra-mitra kreatif yang memiliki visi kuat dan pendekatan inovatif. Budayantara kami nilai memiliki kapasitas tersebut, terutama dalam mengemas budaya melalui media dan teknologi,” ungkap Ikhsan.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait program-program kebudayaan yang telah dan akan dijalankan, serta peluang sinergi konkret yang dapat dikembangkan bersama. Dalam forum tersebut, Budayantara memaparkan timeline kebudayaan yang telah disusun secara sistematis, mencakup agenda seni pertunjukan, penguatan ekosistem kreatif, pengembangan laboratorium budaya digital, hingga produksi dan distribusi konten budaya berbasis media digital.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan komunitas budaya dalam menghadapi tantangan globalisasi, perubahan selera generasi muda, serta kebutuhan akan transformasi digital di sektor kebudayaan.

Kolaborasi antara Budayantara dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kebudayaan nasional, tetapi juga menjadi contoh praktik baik sinergi antara komunitas budaya dan pemerintah. Dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif, kerja sama ini diyakini mampu melahirkan program-program kebudayaan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Ke depan, kedua belah pihak sepakat untuk terus membuka ruang dialog dan merumuskan langkah-langkah strategis guna memastikan kebudayaan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi kekuatan masa depan yang hidup, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman.


Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perkuat Sinergi Kebudayaan, Disbud DKI Jakarta dan Budayantara Jalin Kolaborasi Pengembangan Kebudayaan

Trending Now