Yogyakarta, detiksatu.com || Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (SENAPATI NUSANTARA) kembali menggelar agenda lima tahunan berupa Rapat Kerja Agung SENAPATI NUSANTARA (RKA-SN#3) Tahun 2026, yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 17–18 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendapa Kridha Manunggal Budaya, Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rapat Kerja Agung kali ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi Melestarikan Tradisi”, sebagai wujud komitmen kolektif seluruh elemen SENAPATI NUSANTARA dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya Nusantara, khususnya Tosan Aji yang memiliki nilai historis, filosofis, serta spiritual tinggi sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa Indonesia.
Kegiatan akbar ini dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan daerah, budayawan, serta para pelestari Tosan Aji dari berbagai penjuru Nusantara. Hadir sebagai Sekretaris Jenderal SENAPATI NUSANTARA, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, yang juga dikenal sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan. Kehadiran beliau memberikan penguatan moral dan strategis terhadap gerakan pelestarian budaya bangsa melalui jalur organisasi kemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi kebangsaan.
Menurutnya, tosan aji bukan sekadar benda pusaka, tetapi juga penanda sejarah peradaban, simbol nilai luhur, serta refleksi kecerdasan budaya leluhur Nusantara yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Acara ini juga menghadirkan Gusti Prabu Yudho sebagai pembicara sekaligus tamu kehormatan. Dalam pemaparannya, Gusti Prabu Yudho menyampaikan pandangan kebangsaan dan nilai-nilai luhur Nusantara yang relevan dengan upaya pelestarian tradisi di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi yang semakin pesat.
Ketua SENAPATI NUSANTARA Tegaskan Peran Organisasi
Sementara itu, M. M. Hidayat, selaku Ketua SENAPATI NUSANTARA, memimpin langsung jalannya Rapat Kerja Agung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa SENAPATI NUSANTARA hadir sebagai wadah pemersatu seluruh paguyuban tosan aji di Indonesia, yang bergerak dalam satu visi besar untuk melestarikan budaya bangsa secara terarah, terorganisasi, dan berkesinambungan.
“Rapat Kerja Agung ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, menyusun program strategis, serta memperkuat sinergi antar-paguyuban agar pelestarian tosan aji tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan generasi penerus,” ujarnya
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gunungkidul, jajaran tokoh masyarakat, tokoh adat, budayawan, serta para pelestari seni dan Tosan Aji yang diwakili oleh perwakilan paguyuban dari berbagai daerah di seluruh Nusantara.
Forum Strategis Lima Tahunan
Rapat Kerja Agung SENAPATI NUSANTARA merupakan forum tertinggi organisasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Forum ini menjadi ruang strategis untuk melakukan evaluasi dan perumusan arah gerak organisasi ke depan.
Beberapa agenda utama yang dibahas dalam RKA-SN#3 Tahun 2026 antara lain:
1. Evaluasi kinerja organisasi pada periode sebelumnya.
2. Penyusunan program kerja nasional lima tahunan.
3. Penguatan jaringan dan koordinasi antar-paguyuban Tosan Aji.
4. Perumusan strategi pelestarian budaya yang berkelanjutan dan adaptif.
Dengan semangat sinergi, RKA-SN#3 menegaskan pentingnya kolaborasi antara komunitas budaya, pemerintah daerah, tokoh nasional, akademisi, serta generasi muda agar tradisi Nusantara tetap hidup, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Nasional
Selain agenda rapat kerja, rangkaian kegiatan RKA-SN#3 Tahun 2026 juga dimeriahkan dengan Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Nasional, yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi, apresiasi, serta silaturahmi antara pelestari, kolektor, empu, perajin, dan masyarakat umum. Beragam jenis tosan aji dari berbagai daerah Nusantara dipamerkan sebagai cerminan kekayaan budaya bangsa.
Pagelaran ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai sejarah, filosofi, etika perawatan pusaka, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Dorong Penguatan Ekonomi Budaya
Dalam forum tersebut, Ajis Larung Sukmoaji, salah satu perwakilan SENAPATI NUSANTARA dari Jakarta, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kesiapan organisasi dalam mendukung penguatan ekonomi budaya.
Ia menekankan perlunya peran aktif SENAPATI NUSANTARA dalam membantu pengembangan ekonomi para perajin serta memfasilitasi para penggiat seni budaya Tosan Aji, khususnya para pengrajin keris di wilayah-wilayah pelosok.
“Para perajin harus terus didorong agar mampu berkarya dan berkembang, sehingga hasil karya tosan aji tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat tumbuh sebagai usaha produktif dan berdaya saing, bahkan menjadi komoditas ekspor berupa cinderamata khas Nusantara,” ujar Ajis Larung Sukmoaji menutup pernyataannya.
Meneguhkan Jati Diri Bangsa
Melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Agung SENAPATI NUSANTARA Tahun 2026 ini, SENAPATI NUSANTARA kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga dan meneguhkan jati diri bangsa. Tosan Aji dipandang bukan semata sebagai benda warisan, melainkan sebagai simbol kearifan lokal, nilai moral, serta identitas kebudayaan Indonesia.
Senapati Nusantara akan memperjuangkan ketetapan hati keris nasional di tgl 25 November sebagai hari keris nasional sesuai dengan anugrah dari UNESCO.
Bahwa keris di akui sebagai benda pusaka warisan dunia dan satu lagi Senapati Nusantara juga memperjuangkan agar setiap wilayah khususnya pada sektor pendidikan dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi bisa dimasukkan keris menjadi bagian materi pelajaran di bidang seni dan budaya.
Sehingga seni Tosan Aji dapat dipahami dari sejak dini untuk menjaga kelestariannya, serta keris tidak di samakan dengan benda tajam, karena itu keris di lindungi oleh UUD Perda sebagai benda warisan budaya dan bagi yang membawa keris tidak dianggap sebagai benda tajam.
Dengan terselenggaranya RKA-SN#3 di Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Nusantara SENAPATI NUSANTARA berharap sinergi antar-paguyuban semakin kuat dan mampu melahirkan langkah-langkah nyata dalam melestarikan tradisi demi keberlanjutan budaya bangsa bagi generasi mendatang.
Red-Ervinna

