Pengikut

Sawah Warga Desa Lamedai Diduga Terdampak Limbah PT IPIP, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Lamellong
Januari 16, 2026 | Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T10:57:35Z
Kolaka-detiksatu.com
Warga Desa Lamedai, Kabupaten Kolaka, mengeluhkan kondisi lahan persawahan mereka yang diduga terdampak aktivitas industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (PT IPIP). Keluhan itu mengemuka setelah sejumlah petani menyatakan hasil panen menurun dan kualitas tanah sawah mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Para petani menyebut, aliran air yang masuk ke area persawahan tidak lagi seperti sebelumnya. Air yang dahulu jernih kini kerap tampak keruh dan menimbulkan bau tidak sedap, terutama usai hujan deras.

 Perubahan kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap produktivitas pertanian serta keberlanjutan mata pencaharian warga.

“Dulu airnya jernih, sekarang sering keruh dan berbau. Padi kami banyak yang menguning sebelum waktunya,” ujar seorang petani Desa Lamedai, Hj. Muliati Menca Bora, Jumat (16/1/2026).
Menurut warga, penurunan kualitas air dan tanah mulai terasa sejak beberapa musim tanam terakhir.

 Sebagian petani mengaku harus menanggung kerugian karena hasil panen tidak optimal, sementara biaya produksi terus meningkat.

Warga menilai persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta pemerintah daerah segera turun tangan dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan, memeriksa kualitas air dan tanah, serta memastikan ada atau tidaknya pencemaran limbah yang berdampak pada lahan persawahan.

“Kami hanya ingin sawah kami kembali normal. Kalau memang ada pencemaran, pemerintah harus bertindak tegas. Jangan sampai petani terus dirugikan,” kata seorang warga lainnya.

Selain berdampak pada sektor pertanian, warga juga mengkhawatirkan potensi dampak limbah terhadap kesehatan masyarakat. Pasalnya, air di sekitar area persawahan masih digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti mencuci dan memenuhi kebutuhan ternak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (PT IPIP) belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga Desa Lamedai.

 Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan mengenai sistem pengelolaan limbah perusahaan, hasil pemantauan lingkungan, serta langkah-langkah pencegahan yang telah diterapkan.

Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait dapat melakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan.

 Mereka menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya menyangkut aspek ekologi, tetapi juga menyentuh keberlangsungan hidup dan masa depan masyarakat desa yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Reporter:Rd
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sawah Warga Desa Lamedai Diduga Terdampak Limbah PT IPIP, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Trending Now