Foto: Pemuda Lembata saat menikmati
keindahan alam Tanjung Sarang Burung
Walet Wolowutun (dok. EB)
Lembata, detiksatu.com || Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Tanjung Sarang Burung Walet Wolowutun, wisata eksotis yang terletak di Dusun Walet, Desa Tapobali, Kecamatan Wulandoni.
Destinasi ini dapat ditempuh dari Kota Lewoleba dengan jarak sekitar 47 kilometer. Perjalanan menggunakan kendaraan bermotor memakan waktu kurang lebih 1 jam 15 menit, melewati jalur pesisir selatan Lembata yang menyuguhkan panorama alam sepanjang perjalanan.
Sepanjang perjalanan, dari Kota Lewoleba, wisatawan akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Waijarang, Loang (ibu kota Kecamatan Nagawutung), kemudian Pasir Putih, Tewaowutung, Idalolong, Lusiduawutun, hingga akhirnya tiba di Desa Tapobali.
Namun, jalan beraspal dari Lewoleba hanya sampai di ujung Kampung Lamanepa, Desa Idalolong. Setelah itu, pengunjung diimbau untuk lebih berhati-hati karena akses menuju Tapobali masih berupa agregat batu pasir.
Dusun Walet, sebuah dusun yang berada di pinggir pantai terjal di Desa Tapobali, tidak jauh dari Desa Lelata ini dihuni oleh warga dari satu suku, yakni Suku Tobil, dan terpisah jauh dari dusun-dusun lain di Desa Tapobali.
Dusun tersebut juga memiliki stasi tersendiri, yaitu Stasi Fransiskus Xaverius Wolowutun. Kapela (gereja kecil) di sana masih sederhana, dengan dinding yang terbuat dari bambu (keneka).
Saat tiba di Dusun Walet, pengunjung biasanya disambut dengan ramah oleh warga setempat. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju tanjung, wisatawan secara sukarela diajak untuk menyisihkan sedikit sumbangan bagi pembangunan kapela, yang dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan.
Dari Dusun Walet, perjalanan menuju Tanjung Sarang Burung Walet dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter. Di sepanjang jalan, wisatawan dapat melihat berbagai jenis tumbuhan, termasuk tanaman lidah buaya.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disuguhi panorama laut lepas yang luas, tebing-tebing batu alam yang menjulang, serta deburan ombak yang menghantam batu alam, serta tiupan angin kencang dari laut Selatan Lembata.
Keindahan tanjung ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengabadikan momen melalui foto maupun video reels, kemudian membagikannya di media sosial seperti Instagram, WhatsApp Story, Facebook, hingga YouTube sebagai upaya memperkenalkan wisata Lembata ke tingkat nasional bahkan internasional.
Selain menikmati panorama, pengunjung juga dapat melihat sarang burung walet. Namun untuk mencapai lokasi sarang tersebut diperlukan perjalanan menggunakan perahu.
Karena itu, wisatawan yang baru pertama kali berkunjung disarankan mempersiapkan diri dengan baik bersama warga setempat.
Para pengunjung juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah plastik di sekitar kawasan Tanjung Sarang Burung Walet Wolo Wutun, agar pesona alamnya tetap lestari.
Reporter: Emanuel Boli

