Pengikut

Warga Kapuas Hulu Tewas Tertembak, Polisi Dalami Asal Usul Senjata Api Laras Panjang.

Redaksi
Januari 02, 2026 | Januari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T05:31:38Z
Kapuas Hulu,Kalimantan Barat, detiksatu.com || Peristiwa berdarah kembali mengguncang wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Seorang warga Dusun Ukit-ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden yang terjadi pada Rabu (1/12/2025) siang.

Korban diketahui bernama Antonius Toni, warga setempat.

Ia meregang nyawa di lokasi kejadian setelah mengalami luka tembak serius di bagian kaki yang diduga berasal dari senjata api laras panjang.

Meski luka berada di bagian bawah tubuh, korban disebut mengalami pendarahan hebat yang berujung fatal.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga berinisial EB ditetapkan sebagai terduga pelaku dan telah diamankan oleh aparat kepolisian.

Penanganan perkara kini dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kapuas Hulu untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Batang Lupar, IPDA Saleh Syafaruddin, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian sekaligus menelusuri asal-usul dan legalitas senjata api yang digunakan.

“Terduga pelaku sudah kami serahkan ke Polres Kapuas Hulu untuk proses penyelidikan lanjutan.

Saat ini fokus kami memastikan kronologi kejadian serta status senjata api yang terlibat,” ujar IPDA Saleh saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden bermula dari perselisihan antara korban dan terduga pelaku terkait batas wilayah berburu.

Adu mulut yang terjadi di lokasi kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik. 

Ironisnya, kedua pihak diketahui sama-sama membawa senjata api laras panjang saat kejadian berlangsung.

Dalam situasi tersebut, korban disebut berhasil merebut senjata milik EB. 

Namun, dalam kondisi emosi dan situasi yang tidak terkendali, senjata itu dipukulkan ke batang pohon sawit hingga memicu letusan.

Peluru yang keluar diduga mengenai kaki korban dan menyebabkan luka fatal.
Tidak ada saksi mata di tempat kejadian saat insiden berlangsung.

Hingga kini, polisi masih mengandalkan keterangan terduga pelaku serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Usai kejadian, EB dilaporkan mengalami kepanikan dan mendatangi Kepala Desa Labian untuk melaporkan peristiwa tersebut. Atas arahan kepala desa, EB kemudian menyerahkan diri ke Polsek Batang Lupar.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena mengangkat persoalan serius terkait peredaran dan penggunaan senjata api di kalangan masyarakat sipil, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri legalitas kepemilikan senjata api yang digunakan dalam konflik yang berujung maut tersebut.

Kaperwil,Kalbar: Adi*ztc
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Kapuas Hulu Tewas Tertembak, Polisi Dalami Asal Usul Senjata Api Laras Panjang.

Trending Now