GAYO LUES,DETIKSATU.COM || Semangat gotong royong kembali tumbuh kuat di Kabupaten Gayo Lues. Babinsa Koramil 09/Putri Betung bersama personel BKO Batalyon TP 855/Raksaka Dharma bahu-membahu dengan masyarakat melanjutkan pengecoran pondasi jembatan gantung di wilayah Putri Betung yang sebelumnya terputus akibat terjangan arus sungai beberapa waktu lalu.
Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung utama antara pemukiman warga dan lahan perkebunan.
Terputusnya akses ini sempat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Menyadari pentingnya fungsi jembatan, warga setempat sepakat tidak tinggal diam. Melalui musyawarah mufakat, dibentuklah gerakan swadaya masyarakat dengan dukungan penuh dari TNI untuk membangun kembali jembatan secara mandiri.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan dilakukan dengan sistem gotong royong bergilir. Setiap hari, lima orang perwakilan dari masing-masing dusun dikerahkan secara bergantian, didampingi langsung oleh personel TNI guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan target yang ditetapkan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan konektivitas transportasi warga menuju area perkebunan dan antar-pemukiman, menjamin keamanan dengan membangun pondasi yang lebih kokoh dan tahan terhadap potensi luapan sungai, serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dengan rampungnya pembangunan pondasi jembatan, diharapkan aktivitas ekonomi warga, khususnya distribusi hasil kebun, dapat kembali berjalan normal. Aksi swadaya ini juga diharapkan menjadi pemicu percepatan perhatian pemerintah daerah dalam penyempurnaan infrastruktur di wilayah pelosok Gayo Lues.
Kepala Desa Gumpang Lempuh, Irwansah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran TNI yang terlibat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-Bapak TNI dari Koramil 09/Putri Betung dan Batalyon TP 855/Raksaka Dharma. Jika hanya mengandalkan tenaga kami, mungkin jembatan ini belum tentu mulai terbangun.
Kehadiran mereka memberi kami semangat tambahan. Ini adalah jembatan harapan kami agar bisa kembali ke kebun dengan aman,” ujarnya.
Reporter: Kang Juna

