Disambut Upacara Kenegaraan, Presiden Prabowo Terima PM Australia di Istana Merdeka, Perkuat Kemitraan Strategis Indo-Pasifik

Redaksi
Februari 06, 2026 | Februari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T12:25:50Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam rangka kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia–Australia sebagai mitra strategis utama di kawasan Indo-Pasifik. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan kelima PM Albanese ke Indonesia sejak menjabat sebagai Perdana Menteri Australia. Pemerintah kedua negara menilai hubungan Indonesia dan Australia memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas kawasan, kerja sama ekonomi, serta keamanan regional.

PM Anthony Albanese tiba di halaman Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB dengan pengawalan kenegaraan yang berlangsung khidmat. Kepala Pemerintahan Australia itu dikawal oleh 17 pasukan motoris, sementara iring-iringan kendaraan resmi juga diikuti oleh sekitar 120 pasukan berkuda yang mengawal perjalanan dari kawasan Patung Kuda hingga halaman Istana Merdeka. Prosesi ini menambah kemegahan dan kehormatan dalam penyambutan tamu negara.

Setibanya di Istana Merdeka, PM Albanese disambut oleh pasukan jajar kehormatan yang telah berbaris rapi. Penyambutan kenegaraan juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Naikonos Larik dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibawakan oleh 12 penari dan diiringi oleh 6 pemusik. Tarian tersebut menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia sekaligus wujud penghormatan kepada tamu negara.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyambut PM Albanese di sisi barat Istana Merdeka. Kedua pemimpin negara tampak berjabat tangan dengan hangat, kemudian sejenak menyaksikan penampilan tari sebelum bersama-sama menaiki tangga menuju beranda depan Istana Merdeka.

Upacara penyambutan resmi diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Australia, Advance Australia Fair, yang kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai simbol persahabatan serta saling menghormati antara kedua negara.
Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo dan PM Albanese saling memperkenalkan delegasi masing-masing negara. Delegasi Indonesia yang hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Siswo Pramono.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama di ruang kredensial Istana Merdeka. Setelah itu, Presiden Prabowo dan PM Albanese menggelar pertemuan tertutup (tête-à-tête) di ruang kerja Presiden untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari kerja sama pertahanan, keamanan kawasan, investasi, energi, hingga penguatan hubungan antar-masyarakat kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga menyinggung kembali landasan historis kerja sama bilateral yang telah terbangun sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto. Kerja sama tersebut mencakup berbagai perjanjian strategis lintas kawasan dan lima benua, termasuk konsep keamanan bersama, pengelolaan aset strategis, serta peran Indonesia dan Australia dalam tatanan global dan kawasan maritim dunia.
“Sekali lagi terima kasih Perdana Menteri atas kehadiran Anda hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pengantar pertemuan tête-à-tête.

Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo dan PM Albanese juga melakukan penandatanganan Perjanjian Keamanan Bersama (Treaty on Common Security) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia. Perjanjian tersebut merupakan kelanjutan dan pembaruan dari berbagai kesepakatan strategis sebelumnya, sekaligus menandai babak baru kerja sama keamanan dan pertahanan kedua negara pada tingkat yang lebih kuat dan komprehensif.
“Hari ini, dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan Indonesia dan Australia ke titik terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting,” ujar PM Anthony Albanese dalam kesempatan yang sama.

Penandatanganan perjanjian tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik, meningkatkan koordinasi keamanan maritim, serta memperluas kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Rangkaian kunjungan kenegaraan PM Anthony Albanese ditutup dengan jamuan santap siang resmi yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto di beranda Istana Merdeka, Jakarta. Jamuan tersebut menjadi simbol persahabatan dan komitmen kedua negara untuk terus mempererat hubungan bilateral di berbagai bidang strategis ke depan.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Disambut Upacara Kenegaraan, Presiden Prabowo Terima PM Australia di Istana Merdeka, Perkuat Kemitraan Strategis Indo-Pasifik

Trending Now