Fadli Zon: Kepemimpinan Prabowo Wujud Nyata Politik Akal Sehat Berbasis Konstitusi

Februari 16, 2026 | Februari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-02-16T08:55:57Z
Jakarta, detiksatu.com || Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri acara bedah buku karya wartawan J. Osdar bertajuk “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” yang digelar di Parle, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Fadli menegaskan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan manifestasi nyata dari politik akal sehat yang berakar kuat pada amanat konstitusi.

Menurut Fadli, buku tersebut berhasil memotret konsistensi pemikiran Prabowo yang telah terbangun selama puluhan tahun dan bukan sekadar strategi pencitraan politik sesaat. 

Ia mengaku telah mengenal Prabowo sejak aktif bersama di Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada 1993. Dari interaksi panjang itu, Fadli melihat benang merah yang jelas antara gagasan, dialektika pemikiran, hingga kebijakan yang kini dijalankan oleh Presiden.
“Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri. Bagi beliau, akal sehat tidak boleh hanya berhenti di ruang diskusi atau perdebatan intelektual, tetapi harus dilaksanakan melalui jalur politik,” ujar Fadli dalam keterangannya.

Konsistensi Pemikiran dan Tradisi Intelektual

Fadli menarik benang merah antara langkah-langkah politik Prabowo dengan tradisi intelektual para pendiri bangsa. Ia mencontohkan bagaimana Sukarno melalui PNI, Mohammad Hatta dengan PNI Pendidikan, serta Sutan Sjahrir dan Mohammad Natsir mendirikan partai politik sebagai kendaraan untuk membumikan ideologi dan gagasan mereka.
Menurutnya, Prabowo berada dalam garis tradisi yang sama menjadikan politik sebagai instrumen untuk mewujudkan pemikiran dan cita-cita kebangsaan. Fadli menilai, keberanian untuk membawa gagasan ke ranah kebijakan konkret merupakan ciri kepemimpinan yang berpijak pada akal sehat dan keberpihakan terhadap kepentingan nasional.

Koreksi terhadap Neoliberalisme

Lebih lanjut, Fadli menekankan komitmen Presiden Prabowo untuk meluruskan arah ekonomi nasional agar kembali pada semangat Pasal 33 UUD 1945. Kebijakan strategis seperti swasembada pangan, swasembada energi, serta program makan bergizi gratis dinilainya sebagai bagian dari upaya mengoreksi praktik liberalisasi ekonomi yang dinilai terlalu jauh dari mandat konstitusi.
“Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme. 

Presiden Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itulah ideologi ekonomi strukturalis, atau ekonomi yang menempatkan National Interest First,” ucap Fadli.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut setidaknya mencakup tiga pilar utama. Pertama, getting institution right, yakni pembenahan institusi negara agar berfungsi secara tepat dan efektif. Kedua, getting intervention right, yaitu memastikan kebijakan intervensi negara dilakukan secara terukur dan proporsional. Ketiga, getting coordination right, berupa penguatan koordinasi lintas sektor agar kebijakan berjalan sinergis dan tidak tumpang tindih.

Ruang Refleksi dan Kedewasaan Politik

Fadli berharap kehadiran buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” dapat menjadi ruang refleksi publik sekaligus pengingat bahwa kekuasaan sejatinya adalah alat untuk melayani kepentingan nasional dengan ketenangan, kedewasaan, dan tanggung jawab moral. 

Ia menilai politik akal sehat bukan sekadar slogan, melainkan fondasi etis dalam pengambilan kebijakan negara.
Acara bedah buku tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi, pengamat politik Rocky Gerung, serta para pegiat literasi.
Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Effendi Gazali sebagai moderator. Adapun para pembicara yang hadir antara lain Jimly Asshiddiqie, Aris Marsudiyanto, Suryopratomo, dan Anindya Novyan Bakrie.

Melalui forum tersebut, para narasumber sepakat bahwa buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan gagasan seorang pemimpin, tetapi juga catatan penting tentang bagaimana politik dapat dijalankan dengan rasionalitas, keberanian moral, dan keberpihakan pada kepentingan bangsa.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Fadli Zon: Kepemimpinan Prabowo Wujud Nyata Politik Akal Sehat Berbasis Konstitusi

Trending Now