Perkuat Pertahanan Negara, Menhan Latih 4.000 ASN Jadi Komponen Cadangan Tahun 2026

Redaksi
Februari 02, 2026 | Februari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T01:06:34Z
Jakarta, detiksatu.com || Menhan Sjafrie Sjamsoeddin latih 4.000 ASN jadi komponen cadangan pada 2026. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menyatakan akan melatih sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementerian dan lembaga pada semester pertama tahun 2026 untuk menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad). 

Program ini disiapkan sebagai upaya strategis memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus membentuk karakter ASN yang berjiwa nasionalis dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sjafrie menjelaskan, pelatihan dasar kemiliteran tersebut bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, kedisiplinan, serta kepedulian sosial yang tinggi kepada para ASN. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mengikis citra negatif birokrasi, khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat.
“ASN harus menyadari bahwa mereka bukanlah penguasa, melainkan pelayan rakyat. Rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, karena negara terbentuk atas dasar dan jaminan rakyat,” ujar Sjafrie dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, Komponen Cadangan merupakan bagian dari sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk diperbantukan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi ancaman militer maupun kondisi darurat negara. Komcad terdiri atas warga negara, sumber daya alam, serta sumber daya buatan yang telah mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran.

Sjafrie menegaskan bahwa Komcad tetap berstatus sebagai warga sipil dalam kondisi damai dan hanya dapat dimobilisasi apabila negara membutuhkan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mobilisasi tersebut dilakukan atas keputusan Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memperkuat jiwa nasionalisme yang arif, bijaksana, penuh kasih sayang antar sesama umat manusia, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara dalam bingkai pelayanan publik,” jelasnya.

Pelatihan Komcad bagi ASN akan diberikan kepada peserta berusia 18 hingga 35 tahun dan dilaksanakan secara bertahap setiap triwulan. Dengan skema tersebut, Kementerian Pertahanan menargetkan telah memiliki jumlah Komponen Cadangan yang memadai pada semester pertama 2026.
“Nanti pada semester pertama kita sudah mempunyai komponen cadangan yang cukup besar. Inilah proyeksi bagaimana negara harus mempertahankan dirinya,” kata Sjafrie.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Komcad tidak akan menggantikan peran TNI sebagai komponen utama dan ujung tombak pertahanan negara. ASN yang telah menyelesaikan pelatihan akan kembali ke instansi masing-masing dan menjalankan tugas sipil seperti biasa.
Komponen Cadangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa Komcad bukanlah wajib militer, melainkan bentuk pengabdian sukarela warga negara di bawah kendali Panglima TNI.
Komcad terbagi ke dalam tiga matra, yakni Komcad Matra Darat, Matra Laut, dan Matra Udara, yang disesuaikan dengan peta pertahanan nasional darat, laut, dan udara. Sistem ini menjadi bagian dari konsep pertahanan rakyat semesta yang melibatkan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Komcad adalah wujud jaminan historis dan birokratis negara dalam mempertahankan kedaulatan Nusantara. 

Ini bukan semata soal kekuatan militer, tetapi juga tentang kesadaran kolektif bahwa pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Sjafrie.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perkuat Pertahanan Negara, Menhan Latih 4.000 ASN Jadi Komponen Cadangan Tahun 2026

Trending Now