Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa sebanyak 12 pengusaha raksasa asal Amerika Serikat (AS) menyatakan minat besar untuk menanamkan modal dan memperluas investasi mereka di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menggelar pertemuan dengan para investor tersebut di Washington, D.C., Amerika Serikat, (20/2/2026).
Dalam keterangannya pada Sabtu (21/2/2026) waktu setempat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa para pelaku usaha tersebut memandang prospek ekonomi Indonesia sangat positif dan terus menunjukkan perbaikan.
“Ya mereka menyampaikan mereka sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident, mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita,” ujar Prabowo.
Optimisme Investor Terhadap Ekonomi Indonesia
Menurut Presiden, kepercayaan para pengusaha AS tersebut tidak terlepas dari stabilitas ekonomi nasional, reformasi struktural yang dijalankan pemerintah, serta komitmen kuat dalam menjaga iklim investasi yang kondusif.
Ia menilai, sinyal positif dari para investor global menjadi indikator penting atas meningkatnya daya saing Indonesia di mata dunia.
Pertemuan tersebut juga membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari sektor infrastruktur, energi, teknologi, hingga penguatan rantai pasok global yang melibatkan Indonesia sebagai mitra utama di kawasan Asia Tenggara.
Bahas Tarif Resiprokal Dengan Presiden Donald Trump
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Indonesia juga tercatat sebagai satu-satunya negara yang menggelar pertemuan bilateral khusus dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Prabowo menjelaskan bahwa pembahasan terkait tarif perdagangan resiprokal menjadi salah satu agenda utama yang memerlukan proses perundingan cukup panjang.
“Intinya kita kan termasuk yang paling mungkin paling lama berunding soal tarif perdagangan, tapi baguslah hasilnya,” ucapnya.
“Iya kita bahas masalah perdagangan di antara kedua negara. Perundingan sudah cukup lama kita ketemu saling menguntungkan, saling menghormati. Saya kira bagus ya,” sambung Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa hasil kesepakatan tersebut bersifat saling menguntungkan (mutual benefit) dan tetap menjaga kepentingan nasional Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan dagang kedua negara.
Investasi Amerika Siap Mengguyur Indonesia
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi kepada para pengusaha AS tersebut.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” ujar Teddy, (21/2/2026).
Ia menambahkan, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang transparan, stabil, dan berkelanjutan. Pemerintah, kata Teddy, siap memberikan kepastian regulasi serta memperkuat kolaborasi strategis yang saling menguntungkan.
Menariknya, sebagian dari para pengusaha tersebut sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia, sebuah entitas investasi strategis yang fokus pada pengembangan sektor-sektor prioritas nasional.
Daftar 12 Pengusaha Raksasa AS
Berikut 12 pengusaha besar Amerika Serikat yang hadir dalam pertemuan tersebut:
1. Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries, yang juga dikenal sebagai pemilik klub Liga Inggris Chelsea F.C. serta klub basket Los Angeles Lakers.
2. Armen Panossian, CEO Oaktree Capital Management, sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan.
3. Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners.
4. Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic.
5. Al Rabil, CEO Kayne Anderson Capital Advisors.
6. Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR.
7. Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners.
8. Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management.
9. Luke Taylor, Co-President Stonepeak.
10. Nabil Mallick, COO Thrive Capital.
11. Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus.
12. Seth Bernstein, dari Bernstein Equity Partners.
Dampak Strategis Bagi Indonesia
Pertemuan tersebut dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat. Masuknya investasi dari perusahaan-perusahaan global berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan transfer teknologi dan kapasitas sumber daya manusia nasional.
Selain itu, kesepakatan perdagangan yang dicapai melalui perundingan panjang diharapkan mampu memperluas akses pasar produk Indonesia di AS, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pemerintah optimistis, komitmen investasi dari para pengusaha raksasa AS tersebut akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi utama di kawasan Indo-Pasifik.
Dengan dukungan diplomasi ekonomi yang aktif serta kebijakan domestik yang pro-investasi, Indonesia dinilai semakin dipercaya sebagai mitra strategis dan tujuan investasi utama di Asia Tenggara.
Red-Ervinna