Gayo Lues.detiksatu.com || Bantuan pengadaan sapi meugang bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues senilai Rp4,3 miliar kini menjadi sorotan publik. Program yang bersumber dari bantuan Presiden RI tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues.
Mafia Ucak mendesak agar pelaksanaan program ini dilakukan secara transparan dan akuntabel. Sorotan terutama tertuju pada rincian harga per ekor sapi, asal ternak, mekanisme pengadaan, hingga proses distribusi ke kecamatan terdampak.Untuk memastikan keterbukaan informasi, awak media mengajukan sejumlah pertanyaan konfirmasi kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues.
Publik mempertanyakan dasar hukum teknis pelaksanaan pengadaan sapi tersebut. Selain itu, berapa total jumlah sapi yang dibeli dari anggaran Rp4,3 miliar, serta berapa harga per ekor yang dibayarkan-apakah seragam atau bervariasi sesuai bobot-hingga kini belum dijelaskan secara rinci ke publik.
Siapa pemasok atau penjual sapi dalam program ini juga menjadi pertanyaan penting. Apakah pembelian dilakukan melalui penunjukan langsung atau mekanisme lain sesuai regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah?
Mafia Ucak juga meminta penjelasan mengenai metode penentuan harga untuk memastikan tidak terjadi praktik mark-up dan harga yang dibayarkan sesuai standar kewajaran pasar.
Awak media turut meminta klarifikasi mengenai waktu penandatanganan kontrak dan jadwal pembayaran. Apakah pembayaran dilakukan sepenuhnya melalui transfer non-tunai sebagaimana ketentuan pengelolaan keuangan negara?.
Selain itu, siapa saja pihak yang terlibat dalam proses penimbangan dan verifikasi bobot sapi di Desa Sepang, Kecamatan Blangkejeren, juga menjadi bagian dari pertanyaan yang diajukan.
Distribusi sapi ke sejumlah kecamatan terdampak seperti Pining, Pantan Cuaca, Putri Betung, Tripe Jaya, dan Kuta Panjang juga menjadi perhatian. Publik menanyakan apakah terdapat berita acara serah terima resmi di setiap kecamatan serta bagaimana pengawasan terhadap proses pemotongan sapi yang dilaporkan berlangsung hingga malam hari.
Bantuan ini merupakan dana negara yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui secara terbuka setiap rupiah yang dibelanjakan, termasuk kewajaran harga, kualitas sapi, dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan.
Menanggapi konfirmasi awak media, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menyampaikan singkat, Ini lagi dihitung dan dikerjakan,ujarnya, Jumat (20/02/2026).Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab secara substantif pertanyaan publik terkait rincian anggaran dan mekanisme pelaksanaan program. Publik kini menunggu penjelasan resmi dan lengkap guna memastikan bantuan Presiden benar-benar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Reporter : Dir