Kapuas hulu,detiksatu.com || Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Sukamaju, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBN menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, lahan yang telah dibuka hingga kini disebut belum dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan tersebut diketahui melakukan pembukaan lahan sawah baru di wilayah Desa Sukamaju. Namun sejumlah warga menilai pelaksanaan di lapangan belum sesuai dengan harapan masyarakat.
Menurut beberapa warga setempat, lahan yang telah dicetak menjadi sawah hingga saat ini belum dapat ditanami karena belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti irigasi dan tanggul.
“Memang lahannya sudah dibuka, tapi sampai sekarang belum bisa ditanami. Air belum ada karena irigasi belum dibangun,” ujar salah seorang warga Desa Sukamaju kepada media ini.
Warga juga menyampaikan bahwa dalam rencana awal program tersebut diharapkan tidak hanya sebatas pembukaan lahan, tetapi juga dilanjutkan dengan pembangunan sarana penunjang agar petani dapat segera melakukan masa tanam.
“Kami berharap setelah lahan dibuka, dilanjutkan dengan pembangunan irigasi, tanggul dan pembersihan lahan sampai benar-benar siap tanam. Kalau hanya membuka lahan saja, masyarakat belum bisa merasakan manfaatnya,” kata warga lainnya.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat terkait pelaksanaan proyek tersebut. Beberapa warga bahkan menduga adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program cetak sawah tersebut.
“Kalau anggarannya besar tapi hasilnya belum bisa dimanfaatkan, tentu masyarakat bertanya-tanya. Kami berharap ada penjelasan dari pihak terkait,” ungkap seorang sumber di desa tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar tujuan program ketahanan pangan benar-benar dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi petani.
Hingga berita ini diturunkan, pihak instansi terkait maupun pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan pembangunan fasilitas pendukung program cetak sawah tersebut.
Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut sesuai dengan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(Adi*ztc)