Nduga,detiksatu.com || Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, mengunjungi lokasi pemalangan Gereja Horeb Elagaima di Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Rabu (11/3/2026).
Kunjungan Bupati Nduga bersama rombongan disambut antusias oleh masyarakat pengungsi Nduga yang saat ini berada di Distrik Hubikosi, meskipun kondisi gereja yang dipalang masih belum dibuka.
Kegiatan diawali dengan ibadah singkat sebelum dilanjutkan dengan mediasi penyelesaian sengketa pemalangan gereja antara masyarakat pengungsi Nduga dan warga setempat di Distrik Hubikosi.
Mediasi tersebut difasilitasi oleh Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem. Pertemuan berlangsung di halaman Gereja Horeb Elagaima dengan melibatkan pemerintah Kabupaten Nduga, pimpinan gereja, serta koordinator masyarakat dari Kabupaten Jayawijaya dan Nduga.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai pihak berupaya memberikan pemahaman agar gereja yang selama ini dipalang dapat dibuka kembali. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Masyarakat pengungsi Nduga menyatakan belum berani membuka gereja sebelum pihak yang melakukan pemalangan menjelaskan secara langsung alasan tindakan tersebut.
Sementara itu, warga setempat menyampaikan beberapa alasan pemalangan gereja, di antaranya:
Perbedaan kehidupan sosial antara masyarakat Distrik Hubikosi dan masyarakat pengungsi Nduga, termasuk dalam cara hidup dan pola berkebun.
Belum adanya kesepakatan bersama dengan para tokoh di lokasi tersebut saat pengungsi Nduga mulai menetap di Distrik Hubikosi.
Permintaan dari warga setempat agar pengungsi Nduga direlokasi ke tempat lain dengan alasan tertentu.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Nduga Yoas Beon mengatakan pemerintah daerah akan melakukan diskusi internal untuk menentukan langkah strategis terkait masa depan pengungsi Nduga.
“Kami tidak bisa langsung memutuskan nasib para pengungsi ini. Dalam beberapa hari ke depan kami akan melakukan diskusi internal. Hasilnya nanti akan kami sampaikan setelah tanggal 16,” kata Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nduga bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menyerahkan bantuan pangan berupa 1 ton beras (20 karung) kepada masyarakat pengungsi Nduga di lokasi Gereja Horeb Elagaima.
Yoas Beon mengatakan kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya ia lakukan ke lokasi pengungsian tersebut. Ia mengakui kondisi anggaran pemerintah daerah yang terbatas, namun pemerintah tetap berupaya hadir langsung untuk melihat kondisi masyarakat.
“Jangan melihat dari kecilnya bantuan yang kami bawa, tetapi kehadiran kami di sini merupakan langkah awal untuk melihat langsung kondisi masyarakat,” ujarnya
Reporter Inggi Kogoya