Tanjab Barat,detiksatu.com || Laporan terkait kualitas menu Makanan Bantu Guru (MBG) di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam postingan akun Pencerahan Tanjung Jabung Barat News, warganet mengungkapkan temuan bahwa salah satu jenis makanan yang disalurkan, yakni bolu kukus, tidak matang dan dinilai berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima MBG.
Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Teluk Nilau mengkonfirmasi hal tersebut melalui pesan WhatsApp pada Rabu (11/3/2026). Ia menyatakan bahwa bolu kukus yang menjadi sorotan berasal dari pengelolaan dapur MBG yang mereka kelola.
"Menu keringanan dalam program MBG saat ini memang diarahkan untuk mengutamakan produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Kelurahan Teluk Nilau sesuai dengan arahan dari tingkat pusat," ujar ketua SPPG Teluk Nilau dalam keterangannya.
Dari total sekitar 2.300 unit bolu kukus yang didistribusikan kepada penerima manfaat, ditemukan satu unit yang tidak matang secara merata. Pihak SPPG telah menghubungi supplier UMKM lokal yang menyediakan produk tersebut, dan supplier pun mengakui adanya kesalahan dalam proses pembuatan yang menyebabkan kondisi tersebut.
Saat ini pihak SPPG tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kurang matangnya produk bolu kukus. Sebagai tindakan tegas untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan MBG ke depannya, pengurus SPPG Teluk Nilau memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan supplier terkait dan tidak akan lagi menggunakan produk roti atau bolu dari pihaknya.(Tim)