Nduga, detiksatu.com || Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP, mengunjungi Pengungsi sekaligus penyalurkan pangan beras kepada masyarakat Nduga yang berdomisili di Kabupaten Jayawijaya, tepatnya di halaman Gereja Weneroma, Wamena, Senin (10/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sekaligus untuk mensosialisasikan program kerja pemerintah Kabupaten Nduga untuk empat tahun ke depan.
Selain menyampaikan program pemerintahan, Bupati Nduga juga menyalurkan bantuan bahan makanan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat pengungsi. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di halaman Gereja Weneroma.
Dalam kesempatan tersebut, Yoas Beon mengatakan kunjungan itu bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perjalanan pemerintahan DIYO sepanjang tahun 2025.
Ia juga menyampaikan gambaran mengenai visi Misi pemerintahan DIYO pada tahun 2026 yang akan mulai dijalankan setelah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami juga memberikan gambaran bagaimana visi DIYO di tahun 2026 ini akan mulai dijalankan. Penetapan APBD kami memang sedikit terlambat dibanding kabupaten lain, namun sudah ditetapkan kemarin,” ujar Yoas saat diwawancarai wartawan di halaman Gereja Weneroma.
Menurutnya, meskipun penetapan APBD 2026 mengalami sedikit keterlambatan, hal itu bukan menjadi kendala bagi pemerintah daerah untuk tetap menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sebelum pelaksanaan program, pemerintah perlu terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar program yang dijalankan dapat dipahami dengan baik.
“APBD kita memang terbatas, tetapi dengan keterbatasan yang ada kita tetap berupaya agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari program pemerintah,” katanya.
Selain itu, Bupati Nduga juga berencana mengunjungi masyarakat pengungsi di Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, untuk mendengarkan secara langsung persoalan pemalangan gereja yang terjadi di wilayah tersebut.
“Besok kami memiliki agenda untuk mengunjungi warga masyarakat kami yang berada di pengungsian di Lagaima, Hubikosi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengikuti perkembangan persoalan pemalangan gereja tersebut melalui laporan masyarakat dan informasi yang beredar di media sosial. Menurut laporan yang diterima, pemalangan gereja dilakukan oleh pemilik wilayah setempat karena adanya persoalan tertentu.
Yoas mengakui pemerintah tidak bisa langsung hadir di lokasi karena saat itu sedang mengikuti agenda pembahasan APBD dalam sidang paripurna. Selain itu, pemerintah juga tidak ingin datang tanpa membawa solusi maupun bantuan bagi masyarakat.
“Pada waktu itu kami sedang mengikuti pembahasan APBD dalam sidang-sidang paripurna. Selain itu, kami juga tidak bisa datang tanpa membawa sesuatu untuk masyarakat. Itu yang membuat kami terlambat sekitar lima hari,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya terkait persoalan tersebut. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya disebut telah lebih dulu menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya karena mereka lebih dulu mendapatkan informasi ini. Sore ini kami juga akan melakukan diskusi tertutup bersama Wakil Bupati Jayawijaya dan pihak yang melakukan pemalangan gereja,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan turun langsung ke Distrik Hubikosi untuk mendengarkan aspirasi dari semua pihak, termasuk warga yang melakukan pemalangan gereja.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin mengambil keputusan sepihak tanpa terlebih dahulu mengetahui keinginan dan harapan masyarakat.
“Kami ingin mendengar langsung dari mereka. Apa yang mereka inginkan, apa kerinduan mereka. Pemerintah tidak akan menentukan terlebih dahulu, tetapi akan mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil langkah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nduga, Daniel Lokbere, S.E, mengatakan dirinya mendampingi Bupati dalam kunjungan ke beberapa titik lokasi masyarakat Nduga yang berada di Wamena, termasuk di Weneroma dan Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya.
Selain mendampingi bupati, ia juga dipercaya untuk menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat Nduga yang berasal dari 32 distrik dan 248 kampung yang saat ini berada di Wamena.
Menurut Daniel, bantuan pangan tersebut merupakan lanjutan dari penyaluran tahap pertama, dan saat ini pemerintah menyalurkan bantuan tahap kedua bagi masyarakat Nduga yang berdomisili di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Ia menjelaskan bahwa jumlah bantuan yang disalurkan terdiri dari 60 ton beras dan 700 karton minyak goreng yang akan mulai dibagikan kepada masyarakat mulai besok sesuai titik-titik lokasi yang telah ditentukan.
“Bantuan ini akan dibagikan kepada masyarakat Nduga yang berada di Kabupaten Jayawijaya di sekitar 34 titik lokasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mekanisme penyaluran bantuan disesuaikan dengan jumlah penduduk di masing-masing distrik.
“Pembagiannya tidak merata. Jika jumlah penduduk banyak maka bantuan yang diberikan lebih banyak, dan jika jumlah penduduk sedikit maka bantuan yang diberikan lebih sedikit,” katanya.
Reporter Inggi Kogoya