Diduga Dana Stunting Dipotong 15 Persen, Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pekalongan Mulai Angkat Bicara

Maret 05, 2026 | Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T00:49:59Z
Pekalongan, detiksatu.com II Dugaan adanya pemotongan dana program penanganan stunting sebesar 15 persen yang bersumber dari pemerintah pusat mulai mencuat di kalangan tenaga kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu tenaga kesehatan yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengungkapkan bahwa setiap kali dana program stunting turun, selalu ada pemotongan yang disebut-sebut mencapai 15 persen.

Menurutnya, pemotongan tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan seseorang yang disebut sebagai “Ibu”.

“Saya tidak mau bicara terlalu terbuka, tapi hampir semua kepala puskesmas sebenarnya paham. Setiap dana stunting turun hampir pasti dipotong sekitar 15 persen,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Ia menambahkan, situasi tersebut sudah menjadi pembicaraan di internal tenaga kesehatan. Namun hingga kini belum ada pihak yang berani mengungkapkan secara terbuka siapa pihak yang berada di balik dugaan pemotongan tersebut.

Bahkan, ia meyakini para kepala puskesmas tidak berani menunjuk secara langsung oknum yang disebut sebagai pihak yang meminta potongan dana tersebut.

“Saya yakin tidak ada kepala puskesmas yang berani menunjukkan siapa oknum yang mengatasnamakan ‘Ibu’ itu. Mereka tentu khawatir jika harus berbicara secara terbuka,” ujarnya.

Dugaan pemotongan dana program stunting ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung upaya penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.

Menanggapi informasi dan polemik adanya pemotongan dana stunting salah seorang Aktivis, Ali Rosidin mengatakan jika benar terjadi, praktik tersebut dikhawatirkan dapat menghambat efektivitas program pemerintah dalam menekan angka stunting di daerah.
"Para Kepala Puskesmas saatnya untuk berani menolak praktek tersebut dan harus berani mengungkap siapa oknumnya. Kalau mereka tidak berani bersuara jangan jangan memang praktek tersebut sudah menjadi budaya" papar Ali selaku aktivis dan Ketua LBH Brajamusti Nusantara Kota Pekalongan. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan pemotongan dana program stunting tersebut.(AR)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diduga Dana Stunting Dipotong 15 Persen, Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pekalongan Mulai Angkat Bicara

Trending Now