Kepala BNN RI Dorong Pendekatan Berimbang Penanganan Narkotika di Forum Internasional

Maret 25, 2026 | Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T06:40:42Z
Jakarta, detiksatu.com || Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendorong penerapan pendekatan berimbang dalam penanganan permasalahan narkotika, baik di tingkat nasional maupun global. Hal tersebut disampaikan dalam keikutsertaan Indonesia pada Sesi Ke-69 Commission on Narcotic Drugs (CND) yang berlangsung di Vienna, Austria.

Dalam pernyataannya, Suyudi menegaskan bahwa penanganan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui strategi komprehensif yang mencakup pengurangan pasokan (supply reduction) dan pengurangan permintaan (demand reduction) secara simultan.

“Pendekatan berimbang ini juga harus diperkuat dengan kerja sama internasional, pengedepanan nilai kemanusiaan, serta pengembangan layanan rehabilitasi berbasis bukti,” ujar Suyudi dalam keterangannya di Jakarta, (24/3/2026).

Keikutsertaan Indonesia dalam forum yang diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen global menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks dan lintas negara. 

Suyudi juga memimpin langsung delegasi Republik Indonesia dalam forum tersebut.
Sesi Ke-69 CND yang berlangsung pada 9 hingga 13 Maret 2026 menjadi wadah strategis bagi negara-negara anggota untuk bertukar pandangan, memperkuat kebijakan, serta menyusun langkah bersama dalam mengatasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN RI menyampaikan pernyataan nasional Indonesia serta membuka seminar bertajuk “Vape and Narcotics: A Bad Combination  Addressing Narcotics-Contaminated Vaping Products through Preventive, Regulatory and Cooperative Frameworks.” Seminar tersebut menyoroti fenomena baru berupa penyalahgunaan perangkat rokok elektronik (vape) sebagai media konsumsi narkotika dan zat psikoaktif lainnya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama BNN RI dengan sejumlah pihak internasional, termasuk pemerintah Singapura, Thailand, kantor regional UNODC Regional Office for Southeast Asia and the Pacific, serta Belgia.

Dalam forum tersebut, dibahas meningkatnya tren cairan rokok elektronik yang terkontaminasi narkotika. Fenomena ini dinilai menjadi tantangan baru karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius sekaligus menyulitkan proses deteksi serta pengawasan oleh aparat.

“Perlu adanya penguatan regulasi, sistem peringatan dini, serta kolaborasi lintas negara untuk menghadapi perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin inovatif,” kata Suyudi.

Selain itu, Indonesia juga menampilkan komitmennya melalui penyelenggaraan pameran bertema “Enhancing International Cooperation for Future Development Starting from Children: Ananda Bersinar to Address Drug Challenges.”

Pameran tersebut menampilkan berbagai hasil karya masyarakat binaan BNN yang telah menjalani program rehabilitasi dan pemberdayaan.

Program Aksi Nasional Anti Narkotika yang dikenal dengan Ananda Bersinar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pencegahan sejak dini, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.

Program ini bertujuan membangun ketahanan individu dan keluarga terhadap ancaman narkotika melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat.

Tak hanya itu, dalam forum tersebut Suyudi juga turut berpartisipasi dalam proses pengambilan suara terkait perubahan penggolongan sejumlah zat berbahaya dalam sistem pengawasan internasional.

Beberapa zat yang dibahas antara lain daun koka, MDMB-FUBINACA, N-pyrrolidino isotonitazene, dan N-desethyl etonitazene.
Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme global dalam mengendalikan peredaran zat-zat yang berpotensi disalahgunakan serta membahayakan kesehatan masyarakat.

Partisipasi aktif Indonesia dalam Sesi Ke-69 CND ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat kerja sama internasional serta mengedepankan pendekatan yang komprehensif, humanis, dan berbasis bukti dalam menangani permasalahan narkotika.

Dengan semakin kompleksnya tantangan narkotika di era globalisasi, Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam upaya kolektif dunia untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kepala BNN RI Dorong Pendekatan Berimbang Penanganan Narkotika di Forum Internasional

Trending Now