Wisatawan Keluhkan Sampah dan Penataan Warung di Pantai Bagedur saat Libur Lebaran

Maret 25, 2026 | Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T06:32:00Z
Lebak, detiksatu.com || Momentum libur Idulfitri 1447 H/2026 M membawa lonjakan kunjungan ke Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Sejak Minggu (H+1 Lebaran), kawasan wisata unggulan di Lebak Selatan ini dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Namun di balik tingginya animo pengunjung, persoalan klasik kembali mencuat: kebersihan dan penataan kawasan.

Sejumlah wisatawan mengeluhkan banyaknya sampah bekas makanan seperti plastik dan tusuk sate yang berserakan di sepanjang bibir pantai.

"Kami datang untuk liburan keluarga, tapi kecewa karena sampah di mana-mana. Padahal ada retribusi masuk Rp10 ribu per orang. Harusnya kebersihan lebih diperhatikan,” ujar Vina, wisatawan asal Bogor, Selasa (24/03/2026).

Tak hanya soal sampah, penataan pedagang juga menjadi sorotan. Deretan warung yang berdiri hingga ke area pasir, bahkan mendekati zona pasang surut, dinilai mengganggu pemandangan dan kenyamanan pengunjung.

"Harusnya pengunjung bisa menikmati laut lepas, tapi malah tertutup warung yang semrawut,”tambahnya.
Persoalan Lama yang Belum Terselesaikan

Masalah sampah dan ketidakteraturan pedagang disebut bukan hal baru. Selain merusak estetika, keberadaan warung di bibir pantai juga berpotensi membahayakan saat air laut pasang.

Seorang pedagang mengungkapkan, untuk berjualan di lokasi tersebut, ia harus mengeluarkan biaya hingga Rp800 ribu, termasuk untuk pengelola, sewa tempat, serta iuran kebersihan dan keamanan.

Sayangnya, hingga berita ini ditulis, pihak pengelola maupun pemerintah desa belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut.

Perlu Penataan Serius dan Profesional

Sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Lebak, Pantai Bagedur diharapkan dapat dikelola lebih profesional.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dinilai perlu:

Meningkatkan sistem pengelolaan sampah
Menata ulang zonasi pedagang
Menjaga kenyamanan dan hak wisatawan

Data tahun 2025 mencatat, kawasan ini menyumbang PAD sebesar Rp80,4 juta dengan jumlah pengunjung mencapai 77 ribu orang saat libur Lebaran.

Harapan Wisatawan

Wisatawan berharap ada langkah konkret dari pengelola dan pelaku usaha agar:

Kebersihan lebih terjaga
Kawasan lebih tertata
Pengalaman wisata menjadi nyaman

Dengan pengelolaan yang baik, potensi besar Pantai Bagedur dapat terus berkembang tanpa mengorbankan keindahan alamnya.
(Jul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wisatawan Keluhkan Sampah dan Penataan Warung di Pantai Bagedur saat Libur Lebaran

Trending Now