Aceh, detiksatu.com || Ketua Lembaga Aspirasi Nanggroe Atjeh (LANA) membantah keras pemberitaan yang menyebut dirinya diduga melakukan penipuan terkait jual beli tanah dan rumah sebagaimana dimuat dalam media online.Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
Ketua LANA menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang sebesar Rp60 juta sebagaimana yang diberitakan tersebut.
Yang ada 30 juta untuk panjar rumah dimana rumah itu dia niat untuk membeli tapi tidak kunjung dilunasi bahkan selalu berjanji.
“Yang sebenarnya terjadi, pelapor justru malah menyerahkan juga uang sebesar Rp30 juta kepada Teuku Banta Gadeng, bukan kepada saya,” ujar Ketua LANA saat memberikan klarifikasi.
Bahkan di saat kita pulangkan uang tersebut karna tidak kunjung di lunasi sudara zulkifli menolak dan tetap bertahan ingin rumah tersebut
Ia menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan sengketa pembelian tanah dan rumah miliknya, bukan penipuan sebagaimana yang diberitakan. Karena itu, ia menilai tudingan tersebut telah memutarbalikkan fakta.
Lebih lanjut, Ketua LANA juga mengungkapkan bahwa perkara serupa sebelumnya telah ia laporkan ke Polsek Kuala Pesisir terkait dugaan penyerobotan tanah miliknya. Namun hingga saat ini, menurutnya, perkembangan penanganan laporan tersebut tidak jelas.
Atas pemberitaan yang dianggap mencemarkan nama baiknya, Ketua LANA menyatakan akan menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah tersebut ke publik melalui media.
“Kami akan mengambil langkah hukum atas fitnah yang disajikan ke hadapan publik melalui media. Nama baik harus diluruskan sesuai fakta yang sebenarnya,” tegasnya.
Ketua LANA berharap masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya dan menunggu proses hukum yang berjalan agar persoalan ini dapat terang benderang.
Ketua LANA menjelaskan bahwa, Pelapor (Zulkifli) adalah Salah satu sanak saudara yang di berikan tumpangan oleh ketua LANA di rumah peninggalan Orang Tuanya dimana dia akan berjanji untuk mebayar sewa rumah tersebut tapi tidak dibayarkan tutup ketua LANA.
Pian