Jakarta, detiksatu.com || Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu ataupun mengurangi alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga porsi anggaran pendidikan sesuai dengan ketentuan undang-undang, meskipun saat ini berbagai program prioritas baru tengah dijalankan.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya untuk menanggapi berbagai kekhawatiran publik terkait kemungkinan terjadinya pergeseran anggaran pendidikan demi mendanai program MBG.
Menurutnya, dana pendidikan yang telah dialokasikan dalam APBN tetap aman dan tidak akan mengalami pemangkasan.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mempertahankan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total APBN sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Ketentuan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan fiskal negara.
Oleh karena itu, menurutnya, program Makan Bergizi Gratis dirancang dengan skema pembiayaan yang tidak mengambil dana dari pos anggaran pendidikan. Pemerintah memastikan bahwa perencanaan fiskal telah dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan berbagai prioritas pembangunan nasional.
“Anggaran pendidikan tetap utuh. Program Makan Bergizi Gratis tidak mengambil dari dana yang sudah dialokasikan untuk pendidikan,” ujar Purbaya dalam keterangannya,(6/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah selalu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan manusia, seperti pendidikan dan kesehatan, dengan program sosial lainnya yang juga menjadi prioritas nasional.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya para siswa sekolah.
Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari kesehatan fisik, peningkatan konsentrasi belajar, hingga peningkatan prestasi akademik di sekolah.
Selain itu, program MBG juga diharapkan mampu membantu menurunkan angka stunting dan kasus kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Pemerintah menilai bahwa kualitas gizi memiliki hubungan yang sangat erat dengan kualitas pendidikan. Anak yang mendapatkan nutrisi yang cukup cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, tingkat kehadiran sekolah yang lebih tinggi, serta kemampuan belajar yang lebih optimal.
Karena itu, program MBG tidak dipandang sebagai pesaing anggaran pendidikan, melainkan sebagai program pendukung yang dapat memperkuat keberhasilan sektor pendidikan secara tidak langsung.
Sejak diumumkan sebagai salah satu program prioritas nasional, program Makan Bergizi Gratis sempat memicu diskusi luas di masyarakat. Sejumlah kalangan menilai bahwa program tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar, sehingga dikhawatirkan dapat menggeser alokasi anggaran sektor lain yang juga penting, termasuk pendidikan.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa seluruh perencanaan fiskal pemerintah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan perhitungan yang matang.
Pemerintah memastikan bahwa pembiayaan program MBG tidak akan mengorbankan program pembangunan penting lainnya. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap efisiensi belanja negara agar berbagai program prioritas dapat berjalan secara seimbang.
“Kami memastikan bahwa setiap kebijakan fiskal dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan anggaran serta kebutuhan pembangunan jangka panjang,” kata Purbaya.
Purbaya menekankan bahwa pemerintah memandang pembangunan manusia sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan dan saling mendukung. Pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi merupakan tiga pilar utama yang harus berjalan secara simultan.
Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berharap kondisi kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap kemampuan belajar serta kualitas pendidikan nasional.
Ia menilai bahwa investasi pada pemenuhan gizi anak merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan bangsa.
“Jika anak-anak tumbuh sehat dan mendapatkan nutrisi yang cukup, maka mereka akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.
Pemerintah menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan fiskal nasional. Anggaran pendidikan tidak hanya digunakan untuk membiayai operasional sekolah dan perguruan tinggi, tetapi juga dialokasikan untuk berbagai program strategis lainnya.
Beberapa di antaranya meliputi program beasiswa bagi siswa dan mahasiswa, bantuan operasional pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berupaya memastikan bahwa akses pendidikan yang berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia secara merata.
Dengan demikian, menurut Purbaya, kekhawatiran bahwa program Makan Bergizi Gratis akan menggerus anggaran pendidikan tidak memiliki dasar yang kuat. Pemerintah memastikan bahwa kedua program tersebut dapat berjalan berdampingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh.
Ke depan, pemerintah juga akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas nasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Red-Ervinna